Jumat, Mei 14, 2021
BerandaTernyata Pendapatan Kota Tidore Tahun 2016 Tidak Mencapai Target Sebesar Ini
Array

Ternyata Pendapatan Kota Tidore Tahun 2016 Tidak Mencapai Target Sebesar Ini

Penyerahan Dokumen Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Tidore Kepulauan dari Walikota Capt. H. Ali Ibrahim (kiri)diterima Ketua DPRD, Anas Ali (kanan).

FAKTA PERS – TIDORE KEPULAUAN.

Target Pendapatan Kota Tidore Kepulauan tahun 2016 tidak mencapai target sebesar Rp 51.983.946.104,00. Hal itu diketahui lewat penyampaian realisasi APBD Kota Tidore Kepulauan (Tikep), Maluku Utara (Malut) pada tahun anggaran 2016 kemarin oleh Wali Kota Tidore Kepulauan, Capt. H. Ali Ibrahim, M.H., lewat Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2016, dalam Rapat Paripurna ke 4 Masa Persidangan ke II di Gedung DPRD, Rabu (21/6/2017).

Rapat tersebut dipimpin ketua DPRD Anas Ali dan dihadiri 17 dari 25 anggota DPRD. Dalam kesempatan itu, Ali Ibrahim menguraikan laporan realisasi APBD tahun 2016 sebesar Rp 768.561.845.221,00 atau 93,66 persen dari jumlah yang dianggarkan sebesar Rp 820.545.791.325,00.

Pendapatan Kota Tidore tahun 2016 tidak mencapai target sebesar Rp 51.983.946.104,00. Realisasi pendapatan daerah bersumber dari: PAD terealisasi sebesar Rp 38.730.904.763,00 atau sebesar 92,96 dari jumlah yang dianggarkan. Pendapatan Dana perimbangan terealisasi sebesar Rp 684.430.748.596,00 atau 92,99 persen dari jumlah yang dianggarkan. Pendapatan dana penyesuaian terealisasi sebesar Rp37.236.420.000,00 atau 100 persen dari jumlah yang dianggarkan. Pendapatan transfer Pemerintah Provinsi terealisasi sebesar Rp 8.163.771.862,00 atau 145,78 persen dari jumlah yang dianggarkan.

Menurut Wali Kota, posisi keuangan Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan dalam Neraca Daerah per 31 Desember 2016. Pertama, Nilai Total Aset yang dimiliki Pemerintah Kota Tidore Kepulauan sebesar Rp 1.276.200.536.162,00. yang terdiri dari Nilai Aset Lancar, Nilai Investasi Daerah, Nilai Asset Tetap dan Nilai Asset lainnya. Kedua, Nilai Total Kewajiban Daerah sebesar Rp2.493.723.938,00. Ketiga, Nilai Total Ekuitas sebesar Rp1.273.706.812.224,00.

Sementara Realisasi Belanja dan Transfer tahun anggaran 2016 disampaikan Walikota Tidore sebesar Rp 798.543.816.165,00 atau terealisasi sebesar 92,76 persen dari jumlah yang dianggarkan sebesar Rp. 860.871.722.814,00. Tahun 2016 terjadi penghematan belanja sebesar Rp 62.327.906.649,00. Realisasi belanja dan transfer terdiri dari: Belanja Operasi terealisasi sebesar Rp545.872.214.884,00 atau 90,55 persen dari jumlah yang dianggarkan. Belanja modal terealisasi sebesar Rp 194.660.901.298,00 atau 90,08 persen dari jumlah yang dianggarkan. Belanja tak terduga terealisasi sebesar Rp 545.920.983,00 atau 26,87 persen dari jumlah yang dianggarkan. Transfer bantuan keuangan terealisasi sebesar Rp57.464.779.000,00 atau 99,88 persen dari jumlah yang dianggarkan.

Untuk Realisasi Pembiayaan Netto tahun 2016 sebesar Rp 40.325.931.489,00 atau 100 persen dari jumlah yang dianggarkan. Realisasi pembiayaan neto tersebut bersumber dari penerimaan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran tahun 2015.

Walikota Ali Ibrahim mengatakan, berdasarkan audit atas LKPD, BPK RI memberikan opini atas laporan keuangan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan tahun 2016 dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

“Hal ini menambah perolehan WTP selama tiga tahun berturut-turut tentunya merupakan sesuatu yang sangat membanggakan, dengan hasil tersebut diharapkan mampu menjadi motivasi bagi kita semua terutama ketaatan dan kepatuhan kita dalam pelaksanaan dan pertanggungjawaban APBD sehingga kita tidak mencederai amanat yang telah diberikan oleh rakyat Kota Tidore Kepulauan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Anas Ali dalam pidatonya mengatakan, DPRD melaksanakan tugas, fungsi dan kewenangannya akan membaca dan mengkaji laporan keuangan daerah sebagai bahan evaluasi bagi kinerja pemerintah daerah dalam hal pengelolaan anggaran dalam satu tahun anggaran dan akan menjadi bahan evaluasi DPRD untuk kebijakan penyusunan anggaran pada tahun anggaran berikutnya.

Rapat Paripurna ini diakhiri dengan penyerahan Dokumen Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Tidore Kepulauan dari Walikota Capt. H. Ali Ibrahim diterima Ketua DPRD, Anas Ali. Turut hadir dalam rapat ini, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Sekretaris Daerah, Thamrin Fabanyo, para Staf Ahli, Asisten Setda, serta Pimpinan SKPD.

(ss)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments