oleh

Walikota Tidore Bersama Asisten III Setda Tikep Damaikan Kisruh BPBD

-Daerah-319 views

FAKTA PERS – TIDORE KEPULAUAN.

Kisruh sejumlah pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) dengan Kepala Dinas BPBD yakni Iqbal Japono yang terjadi pada Senin (29/5) lalu kini telah didamaikan oleh Walikota Tidore Kepulauan, Capt. H. Ali Ibrahim, M.H., dan Asisten III Setda Tikep Kartini Elake dengan meminta sejumlah pegawai yang berselisih melakukan jabat tangan serta permohonan maaf kepada Kepala BPBD Iqbal Japono, bertempat di ruang rapat Walikota, Rabu (7/6) pagi.

Sebelum didamaikan oleh Walikota Tidore, kedua pihak berselisih menyampaikan pokok masalah yang terjadi. Setelah mendengarkan kronoligis kejadian dari pihak yang berselisih, Walikota Tidore kemudian menyampaikan, bahwa hal-hal semacam ini agarĀ  tidak lagi terulang kembali di setiap instansi pemerintah. Sebab tidak ada aturan yang mengatur PNS melakukan tindakan protes kepada pimpinannya dengan melakukan pemalangan kantor.

“Ini lembaga jadi tidak boleh main palang kantor, karena di dalam pasal ASN tidak ada soal palang kantor. Memalukan lembaga, apa kalian bangga? Tutup kantor Gak ada itu,” cetus Walikota.

Walikota meminta agar bawahan harusnya menghormati pimpinannya. “Kalau pimpinan salah atau kalian tidak suka, maka jangan main palang kantor. Tetapi lakukan komunikasi secara baik-baik, atau lapor kepada saya selaku Pejabat Pembina Kepegawaian,” jelas Ali Ibrahim.

Menurut Ali Ibrahim, selaku Walikota dirinya merasa malu dengan sikap yang ditunjukan oleh pegawai BPBD.

“Selaku Walikota saya merasa malu karena perbuatan kalian tutup kantor,” sesal Ali Ibrahim.

Sekedar diketahui, kisruh antara sekelompok pegawai kantor BPBD dengan Kepala BPBD, Iqbal Japono terjadi pada Senin (29/5). Saat itu pegawai kantor BPBD melakukan mogok kerja dan bahkan melakukan penggembokan pintu masuk kantor BPBD. Alhasil pelayanan di kantor BPBD pun jadi macet.

Menurut sejumlah pegawai yang mogok kerja menuntut Wali Kota mencopot Iqbal Japono dari jabatannya sebagai Kepala BPBD karena dianggap arogan dalam menjalankan roda pemerintahan, serta jarang masuk kantor.

(ss)

Komentar

News Feed