Minggu, Juli 25, 2021
BerandaAMAN dan LSM Burung Indonesia Gelar Rapat Bicarakan Perlindungan Flora dan Fauna
Array

AMAN dan LSM Burung Indonesia Gelar Rapat Bicarakan Perlindungan Flora dan Fauna

FAKTA PERS – TERNATE.

Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Maluku Utara dan LSM Burung Indonesia bekerja sama untuk mengidentifikasi Floran dan Fauna melalui Projec Wallacea yaitu Critical Ekosystem Patnership Fund (CEPF), di Komunitas Masyarakat Adat Fritu Kecamatan Weda Utara, Kabupaten Halmahera Tengah. Kegiatan ini dilakukan di rumah AMAN Kelurahan Tanah Raja, Kota Ternate Selatan, Sabtu 22/7/17.

“Aman memiliki komunitas masyarakat adat yang tersebar di Malut. Saat ini Aman lagi konsen di beberapa komunitas di Halmahera Tengah menjadi prioritas adalah salah satunya Komunitas Fritu dan Banemo yang sudah dibuat peta wilayah adatnya,” tutur Munadi Kilkoda Ketua AMAN Maluku Utara.

Lanjutnya, dalam peta tersebut dibagi beberapa zona kawasan, yaitu zona lindung dan zona pemanfaatan. Tujuan dibuatnya peta wilayah adat untuk melindungi sumber daya alam yang ada di dalamnya. Antara lain Flora dan Fauna agar tidak punah.

Selain melindungi, ada juga identifikasih hasil-hasil alam berupa Pala Hutan, Gaharu, dan Agatis.

Selaku ketua Aman Malut, dirinya juga menambahkan bahwa sekarang di Komunitas Fritu sudah memiliki Peraturan Desa (Perdes) tujuannya untuk melindungi peta wilayah adat. Perdes Ini dibuat atas kemauan masyarakat adat Fritu dibantu oleh Aman dan Fakultas Hukum Muhammadiyah Ternate.

Sementara itu, Vivin yang membidangi bagian Konservasi dan Ekosisten Burung Indonesia (BI) mengatakan, cukup banyak spesies endemik di Maluku Utara yang masuk ke Burung Indonesia  untuk dijadikan Prioritas.

“Nah, sekarang AMAN sudah melakukan pemetaan wilayah adat dan Peraturan Desa, dimana pasti akan melindungi satwa-satwa yang ada di dalamnya. Maka, kita (BI-red) harus membangun kesedaran kepada masyarakat tentang bagimana pentingnya menjaga hutan agar Flora dan Fauna tetap bertahan,” kata Vivin.

Vivin juga menambahkan, “kalau hutan dibabat maka dapat dipastikan satwa akan hilang dari kita. Selain itu ada masyarakat yang juga menangkap satwa-satwa liar berupa jenis burung paru bengkok. Hal Ini yang harus menjadi perhatian serius kita bersama.” harapnya. (Abd. Rahim)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments