Minggu, Juli 25, 2021
BerandaAYN Di Polisikan, Sekretaris DPD Pemuda Lira Meminta Penegak Hukum Menyelidiki 2...
Array

AYN Di Polisikan, Sekretaris DPD Pemuda Lira Meminta Penegak Hukum Menyelidiki 2 Bangunan Mahakarya Bupati Madina, Aktivis dan Ormas Akan Bersatu

M. Syawaluddin

FAKTA PERS – MANDAILING NATAL.

AYN, salah satu masyarakat sekaligus sebagai aktivis anti korupsi dilaporkan oleh Bupati Mandailing Natal melalui kuasa hukumnya ke Polres Madina atas dugaan pelanggaran UU ITE akan statusnya di akun Facebook miliknya.

“Adapun yang disampaikan AYN dalam status akun Facebooknya itu merupakan kritikan yang wajar selaku masyarakat Madina,” kata Sekretaris DPD Pemuda Lira Mandailing Natal M. Syawaluddin melalui telepon selular kepada Fakta Pers, Jakarta, Sabtu (8/7) malam.

Menurutnya, dalam status AYN tersebut tidak ada ditujukan kepada siapa, serta diarahkan kata-kata penghinaan maupun pelecehan terhadap siapapun. “Tidak ada menyudutkan secara spesifik dan mengarah kepada Bupati, namun hanya menyampaikan sebuah pesan moral. Adapun komentar AYN  yang juga selaku salah satu aktivis di bidang korupsi, menurut saya itu hal yang wajar” kata Syawal.

Selain itu Syawal mengharapkan, sebaiknya para penegak hukum segera menyelidiki tentang legalitas keberadaan dan sumber dana pembangunan 2 Maha Karya Bupati yakni, Tapian Sirisiri Syariah dan Taman Raja Batu Mandailing Natal.

“Legalitasnya bagaimana, seharusnya aparat penegak hukum sudah dapat melihat hal itu. Terlebih adanya desas desus akan hal pengaduan Bupati akan status kritik dari salah satu aktivis di Mandailing Natal,” ujarnya.

“Bagi DPRD Kabupaten Mandailing Natal, kita menharapakan agar dapat mempergunakan hak-haknya untuk mempertanyakan 2 Maha Karya Bupati tersebut,” lanjut Sekretaris Pemuda Lira Madina.

Ia menambahkan, “mudah-mudahan melalui kejadian seperti ini akan dapat mempererat kebersamaan para rekan-rekan aktivis dan organisasi masyarakat yang ada di Kabupaten Mandailing Natal pada khususnya. Tidak menutup kemungkinan selagi pembangunan untuk maslahat orang banyak dan benar-benar yang diprioritaskan, pastinya aktivis akan memberikan dukungan penuh. Terlebih saat ini masih banyak desa tertinggal di pedalaman kecamatan yang benar-benar membutuhkan pembangunan yang harus diutamakan,”

Sebelum berita ini dimuat, pihak Pemkab Mandailing Natal tidak dapat dihubungi untuk dimintai keterangan.

Perlu diketahui pada Sabtu (6/5/2017) lalu, melalui telepon selular kepada Fakta Pers, Ketua DPRD Mandailing Natal Leli Hartati menyampaikan dana pembangunan Taman Raja Batu tidak ditampung dalam APBD, dan bukan aset Pemerintah Daerah (Pemda). (AML)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments