Minggu, Juli 25, 2021
BerandaDampak Pertambangan, Sungai di Tiga Kecamatan di Sarolangun Tercemar Merkuri
Array

Dampak Pertambangan, Sungai di Tiga Kecamatan di Sarolangun Tercemar Merkuri

FAKTA PERS – SAROLANGUN.

Akibat terkontaminasi zat berbahaya merkuri, masyarakat di tiga kecamatan Sarolangun dilarang mengonsumsi air sungai yang biasa digunakan untuk air minum. Kandungan merkuri di Sungai Batang Asai Ulu, Sungai Batang Asai Hilir, Sungai Batang Limun Hulu, dan Sungai Batang Limun Hilir, di atas ambang normal.

Hal itu dikemukakan oleh Kepala Bidang Pengendalian Pengujian Kualitas Lingkungan, Muhammad Syafa’at, Selasa (11/3), menanggapi temuan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Sarolangun bahwa air sungai yang berada di tiga kecamatan tersebut tercemar zat berbahaya merkuri.

Berdasarkan hasil dari pengambilan sampel air sungai untuk uji merkuri pada tanggal 5 Mei 2017 lalu, akhirnya ditemukan tiga sungai di wilayah Kecamatan Sarolangun yang tercemar mekuri, diantaranya Sungai Batang Asai Ulu 0,003 mg/L, Sungai Batang Asai Hilir 0,003 mg/L, Sungai Batang Limun Hulu 0,005 mg/L, Sungai Batang Limun Hilir 0,004 mg/L.

Menurutnya, berdasarkan hasil data diatas dapat disimpulkan bahwa kondisi air sungai di tiga lokasi tersebut sudah tercemar oleh merkuri (Hg) dan telah melebihi standar baku mutu lingkungan.

“Kadar merkuri maksimum di dalam air yang masih bisa dikonsumsi adalah 0,001 mg/l. Sedangkan, kadar zat merkuri di sungai saat ini berada tingkat batas ambang normal,” ungkapnya.

Dikatakannya, kadar merkuri maksimum di dalam air yang masih bisa dikonsumsi adalah 0,001 mg/l. Sedangkan, kadar merkuri di sungai saat ini berada tingkat batas ambang normal akibat kondisi air sungai sudah sangat keruh dan tercemar zat kimia yang bersumber dari aktivitas pertambangan ilegal.

“Sebaiknya masyarakat setempat tidak lagi mengkonsumsi air sungai tersebut karena akan berdampak buruk pada kesehatan,” tambahnya.

(Bullda)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments