oleh

Dianggap Memfitnah Lewat Status FB, Djainudin M. Saleh Diserang 5 Orang Pemuda

-Daerah-350 views

FAKTA PERS – TIDORE KEPULAUAN.

Entah status Facebook (FB) mana dianggap menyebarkan fitnah? itulah yang disampaikan Djainudin M. Saleh seorang pemerhati sosial Kota Tidore Kepulauan kepada wartawan seusai dirinya diserang oleh lima orang pemuda, di Djong Caffe, Kelurahan Tomagoba pada Jumat (21/07/17) sekira pukul 16.00 WIT.

Dikatakan Djainudin, saat dirinya tiba di Djong Caffe, tiba-tiba saja ia diserang oleh 5 orang pemuda yang saat itu sudah ada di Djong Caffe. Sehingga terjadi insident tarik menarik antara mereka dengan dirinya. Namun beruntung karena kejadian tersebut sempat diamankan oleh orang-orang yang berada di seputaran maupun di Djoung Café sehingga tidak sampai terjadi pada tindakan pemukulan dan lain sebagainya.

“Setelah mereka pergi itu yang mereka titipkan ke saya bahwa masalah ini belum selesai,” tutur Djainudin Saleh.
Lebih lanjut, ia mengatakan, saat kelima pemuda melakukan adu mulut serta tarik menarik dengan dirinya. Mereka mengatakan bahwa dirinya mengubar fitnah di Facebook. “Mereka vonis saya mengumbar fitnah di FB tentang jual beli jabatan 200 juta telah diberitakan media masa. Lantas saya tanya status yang mana? Jika merasa status itu tidak menyenangkan, silahkan tempuh ke jalur hukum,” katanya meniru apa yang telah disampai dirinya kepada mereka.

Jaenudin juga menceritakan, kelima pemuda itu tidak terima atas status FB yang ditulisnya. Sebagai keluarga Wakil Walikota Tidore Kepulauan, Muhammad Senen, kelima orang tersebut mengaku dirugikan oleh status Jaenudin. “Iya salah satunya dari lima orang itu adalah adik dari Wakil Walikota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen,” lanjut Djaenudin.

Tak hanya saling tarik menarik, kata Djainudin, dirinya juga diancam oleh kelima pemuda itu bilamana bertemu dengan mereka ditempat lain.

Untuk menghindari hal buruk agar tidak terjadi, Djainudin kemudian melaporkan masalah tersebut ke kantor Polisi. “Saya ajak mereka ke kantor polisi, agar dapat membuktikan status FB saya yang katanya menyinggung mereka. Namun, mereka tidak mau. Lebih baik saya memilih untuk ke Polisi dan melaporkan ancaman mereka,” tutup Djainudin.

Sementara itu, Kapolres Kota Tidore Kepulauan, AKBP Azhari Juanda SIK ketika dihubungi membenarkan adanya laporan itu. “Tadi orangnya sudah datang ke saya mau dibicarakan secara baik-baik, minta saya mediasi untuk diselesaikan secara baik-baik. Sudah saya perintahkan Kapolsek untuk melaksanakan mediasi,” ujar Kapolres.

Informasi yang dihimpun Fakta Pers, selain Djainudin, ternyata kelima pemuda yang diduga keluarga Muhammad Sinen tersebut  juga mencari dua orang lainnya, yakni Abubakar Nurdin Ketua Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Tidore serta Uthe Togubu (Wartawan). Sebagaimana dikatakan Ikbal Ohorella. “Saya juga tidak tau tujuan mereka datang untuk apa, hanya saja salah satu diantara mereka masuk ke Djoung Caffe kemudian menanyakan mana ute yang katanya wartawan itu, beserta Aka dan Digo. Namun saya bilang ke mereka, bahwa yang mereka cari itu tidak ada,” jelas Ikbal Ohorella. (ss)

Sementara itu, Abubakar Nurdin dan Ute Togubu kemudian angkat bicara. Keduanya mengaku atas kejadian itu,  tentunya membuat diri mereka tidak nyaman, apalagi mereka mengaku tidak tau menau akan titik permasalahan yang dipersoalkan. untuk itu rencananya hari Senin, (24/7) mereka berdua akan melaporkan masalah tersebut ke pihak kepolisian dengan perbuatan tidak menyenangkan. Pasalnya atas kejadian tersebut mereka merasa telah diintimidasi.

“Besok (hari ini, Red) Kami akan adukan masalah ini di Polisi,” tegas Abubakar Nurdin yang juga diakui Ute lelaki yang juga merupakan salah satu Pengurus GP. Ansor Kota Tikep. (ss)

Komentar

News Feed