oleh

Diduga Proyek Pengerukan Irigasi Syarat Korupsi, Warga: Penegak Hukum Jangan Berlagak Buta

-Daerah-192 views

FAKTA PERS – MANDAILING NATAL

Proyek rehab jaringan irigasi Batang Gadis sepanjang Jalan Lingkar Timur Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumateta Utara diduga kuat telah terjadi praktek korupsi yang telah menggunakan dana sekitar lebih kurang Rp9 milyar.

“Kegiatan pengerukan irigasi tersebut dikerjakan sejak bulan puasa (Mei) yang lalu, dan diduga pengerjaannya juga asal-asalan,” kata Riadi salah satu masyarakat kepada Fakta Pers, Panyabungan, Minggu (2/7).

“Yang lebih parahnya, tanah sendimennya sebagian dibiarkan menumpuk di pinggir saluran irigasi. Kalau intensitas hujan tinggi otomatis tanah akan jatuh kembali ke sungai,” ujarnya.

“Sebelumnya pengerukan jaringan irigasi ini yang diperuntukkan mengairi persawahan masyarakat, khususnya warga setempat yang diduga juga tidak sesuai dengan yang diharapkan,” ungkapnya.

“Maka dari itu saya selaku masyarakat meminta agar penegak hukum melakukan penyelidikan terhadap proyek tersebut karena diduga telah merugikan keuangan negara,” harapnya.

Menurutnya, hasil dari pengerjaan proyek tersebut juga tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat selama ini. Maka penegak hukum janganlah pura-pura tidak melihat (pura-pura buta) sangatlah perlu dilakukan pendampingan serta penyelidikan yang serius.

“Diduga kegiatan tersebut syarat akan korupsi, apalagi dalam saat pengerjaan papan informasi proyek tidak ada terlihat dilokasi, dan sesuai informasi yang beredar, dana pengerjaan proyek tersebut sekitar Rp. 9 milyar,” jelasnya.

“Buat apa dilakukan pengerukan tersebut kalau hanya hitungan minggu sudah mampet kembali, hal ini harus menjadi perhatian dari penegak hukum begitu juga kepada tim pengawas pengerjaan untuk diminta pertanggungjawabannya. Diduga antara pengawas dan rekanan (pihak yang mengerjakan) ada kerja sama sehingga hasilnya seperti yang terlihat saat ini,” kata Riadi.

Perlu diketahui hingga berita ini di muat, di mana pihak dari irigasi Batang Gadis sendiri maupun yang berkopenten tidak berhasil dihubungi untuk dimintai keterangan oleh awak media ini. (M Efendi)

Komentar

News Feed