oleh

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Bisa Nginep Kalau Ambil Semua Nomor Antrian Masyarakat

-Daerah-222 views

FAKTA PERS – BALI.

Puluhan warga terpaksa harus bersabar menunggu giliran nomor antrian dalam mengurus E-KTP atau pun surat lainnya di Kantor Catatan Sipil Kabupaten Buleleng, Bali.

Selain ada yang menunggu, ada juga yang terpaksa harus kembali ke rumah karena tidak mendapatkan nomor antrian. Seperti yang dialami I Wayan Tegteg (45) asal Desa Petambakan, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali ini.

Ia mengaku sudah dua kali bolak balik untuk mendapatkan nomor antrian. Dikarenakan nomor antrian habis dan sekarang ia dapat nomor antrian 140 yang harus menunggu agak lama karena jika lambat datang, dan lebih dari 150 nomor antrian sudah dipastikan ia akan tidak mendapatkan nomor antrian.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Buleleng, Putu Ayu Reika Nurhaeni, S.Sos saat dikonfirmasi Fakta Pers (5/7/17) mengatakan, “terjadinya antrian itu bukan tidak dilayani, begitu masyarakat datang dan menyerahkan dokumennya, pengawai kami langsung memproses, dan mereka pun para pegawai kami terus bekerja, dan tidak ada waktu santai untuk hal yang lain-lain.”

“Kemudian apabila semua masyarakat yang datang kita terima, nomor antriannya sampai-sampai nggak pulang, nginep kami di kantor,” katanya.

“Karena harus selesai langsung semuanya, sehingga dengan  demikian kami batasi sampai dengan perkiraan jam 16:00 WITA. Seluruh nomor antrian selesai pada saat kantor tutup dan ini bukan dibatasi nomor antriannya, tetapi target proses kerja dalam satu hari dan inipun sudah termasuk cepat pelayannya.” terangnya.

“Mengingat kalau di Bali, penduduk yang terbesar adalah Kabupaten Buleleng. Maka, dengan jumlah penduduk terbesar akan diikuti tingkat mobilitas yang tinggi. Secara aturan memang dalam perundang-undangan itu boleh lebih sehari dalam penyelesaiannya. Tetapi  kami sudah terus berbenah di setiap tahunnya. Bagaimana supaya kita  bisa melayani masyarakat dengan cepat, walaupun menurut kami ini sulit dilakukan karena di Buleleng mobilitas penduduknya sangat tinggi. Jadi walaupun masyarakat harus mengantre, tetapi mereka semua tetap dapat dilayani,” imbuhnya. (Nugraha)

Komentar

News Feed