Sabtu, Juli 31, 2021
BerandaDinkes Madina Diduga Sarang Korupsi, Diharapkan Aparat Hukum Jangan Bungkam
Array

Dinkes Madina Diduga Sarang Korupsi, Diharapkan Aparat Hukum Jangan Bungkam

FAKTA PERS – MANDAILING NATAL.

Dinas Kesehatan Kabupaten Kabupaten Mandailing Natal diduga menjadi sarang korupsi bagi para oknum pejabatnya. Pasalnya, para pejabat berwenang di dinas tersebut, seolah melegalkan terjadinya praktek-praktek korupsi yang terjadi hingga mencapai miliaran rupiah.

Praktek korupsi menjadi hal yang biasa dilakukan oknum pejabat, salah satunya di Dinas Kesehatan ini. Hal itu tampak dari para pejabat Dinkes yang terus menghindar untuk dikonfirmasi awak media.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua Mahasiswa Anti Korupsi Sumatra Utara Julfian Harapan kepada StartNews Selasa (18/07) dipusat kota Panyabungan

Aktivis Sumut yang berasal dari Madina ini menjelasakan lemahnya pengawasan para penegak hukum yang ada di Kabupaten Mandailing Natal membuat pejabat tidak ada takut-takutnya. “Seperti Rehabilitas Poskesdes di Hutabaringin Julu Puncak Sorik Merapi dengan pagu anggaran Rp. 200.000.000 sama sekali aparat hukum tak punya nyali untuk mengauditnya,” kata Julfian.

“Itu anggaran masih kecil, ada lagi yang lebih besar, seperti Jaminan Persalinan/Jampersal Rp. 3.441.085.600 dan Operasional Pendukung Pelayanan Kesehatan Rp. 1.757.774.673 yang ditampung dalam APBD Madina Tahun 2016,” lanjutnya.

“Saya berharap kepada aparat penegak hukum yang ada di Kabupaten Mandailing Natal jangan bungkam dan seolah-olah tidak tahu apa-apa  yang terjadi di Dinas Kesehatan Madina. Untuk itu, para penegak hukum segera bertindak segara dengan mengaudit dan memangil Kadis Kesehatan Madina Drg. Ismail Lubis. Apabila terlibat harus dimintai pertanggungjawaban secara hukum,” tandas ketua Makar. (AML)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments