Minggu, Juli 25, 2021
BerandaDugaan Oknum Pengancaman Terhadap Djainudin M. Saleh Resmi Berdamai
Array

Dugaan Oknum Pengancaman Terhadap Djainudin M. Saleh Resmi Berdamai

FAKTA PERS – TIDORE KEPULAUAN.

Setelah menghadiri undangan Kepolisian Sektor (Polsek) Tidore pada Kamis (27/07/17) siang, sejumlah oknum dugaan pengancaman terhadap Djainudin M. Saleh akhirnya berdamai. Berdamainya kedua belah pihak itu, maka persoalan yang ada tersebut telah usai.

Sebelumnya, Kapolsek Tidore meminta kepada kedua belah pihak untuk menyampaikan unek-uneknya sehingga dapat diselesaikan dengan cara baik-baik agar tidak menimbulkan hal buruk dikemudian hari.

“Disini kita tidak cari siapa menang siapa kalah. Mediasi ini dilakukan agar kedepan tidak ada saling cecok,” kata Kapolsek.

Menanggapi permintaan Kapolsek, kedua belah pihak kemudian menyampaikan maksudnya masing-masing.
Djainudin M. Saleh sebagai korban lebih dulu menyampaikan apa yang dialaminya. Menurut Digo sapaan akrab Djainudin, dirinya hanya ingin meminta kejelasan terhadap sejumlah oknum yang telah melakukan pengancaman terhadap dirinya mengenai status Faceebook, yakni terkait dengan adanya dugaan jual beli jabatan senilai Rp. 200 juta yang sebelumnya dianggap fitnah.

“Kalau soal dugaan Rp 200 juta itu kan sebelumnya telah diberitakan di media masa, maksud kami dengan melihat dinamika pemerintahan seperti ini kenapa kesannya pak wali dan wakil itu malah dibiarkan berjalan sendiri dan menghalau bola liar ini, padahal ini pemerintahan yang sudah tentu orang-orang yang dipercayakan dalam menduduki jabatan eselon II bisa menjawab isu ini, yang kalau memang itu dianggap tidak jelas,” ujar Digo.

Ia juga menambahkan, mencuatnya persoalan ini (soal Rp.200 juta), dirinya bahkan dijustice sebagai provokator oleh oknum pejabat tertentu yang kemudian menyampaikan ke sejumlah PNS agar tidak usah bergaul dengan dirinya.

Tentunya, menurut Digo berefek pada sekatan antara pemerintah dan masyarakat. “inikan berdosa, sebab jangan karena masalah pemerintah kalian (Pejabat tertentu) memutuskan hubungan silaturrahim dalam bermasyarakat, dan jika ini dibiarkan maka sama halnya dengan oknum pejabat tersebut telah merusak kepemimpinan Pak Ali dan Muhammad Sinen,” bebernya.

Setelah mendengar apa yang disampaikan oleh Djainudin, pihak yang diduga mengancam Djainudin kemudian mengatakan tujuan mereka datang dan bertemu dengan Djainudin M. Saleh di Djoung café pada Jumat lalu itu, hanya ingin memastikan kebenaran isu yang ada. Pasalnya bilamana  DJainudin dianggap telah mengetahui siapa orangnya, maka bisa bersama-sama dengan kami untuk melaporkan kasus tersebut ke pihak berwajib. Sehingga masalah itu dapat terungkap dengan cepat dan tidak menimbulkan opini di publik.

“Kritikan-kritikan yang disampaikan oleh Digo maupun aka ini justru sangat baik. Namun selaku pihak keluarga, kami berharap kalian bisa mendatangi saudara kami dalam hal ini Wakil Walikota untuk disampaikan secara langsung, dan saya yakin beliau tentunya pasti menerima itu karena ini demi kebaikan bersama,” tutur salah satu pihak dugaan pengancam Djainudin.

Usai mendengar unek-unek ke dua belah pihak tersebut, Kapolsek Tidore kemudian mendamaikan keduanya dengan melakukan jabat tangan bersama antar kedua belah pihak. Kapolsek pada kesempatan itu juga berharap agar persolan ini berakhir disini dan tidak perlu dipermasalahkan lagi.

“Jadi mari kita lebih melihat Tidore kedepan yang lebih aman dan lebih bagus, apalagi tidore ini kedepan menuju Kota Santri,” harap Kapolsek.

Untuk diketahui, selain Djainudin M. Saleh, pihak lainnya yang namanya ikut disebutkan, yakni Abubakar Nurdin (Ketua Perindo Tikep) dan Suratmin Idrus alias Ute (Wartawan) yang juga hadir pada mediasi itu, keduanya juga telah berdamai dengan pihak tersebut.

(ss)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments