oleh

Dugaan Pelaku Pengancaman Terhadap Djainudin M. Saleh Bakal Dipanggil Pihak Kepolisian

FAKTA PERS – TIDORE KEPULAUAN.

Pihak Kepolisian Tidore dalam waktu dekat akan memanggil dugaan pelaku pengancaman terhadap pemerhati sosial Djainudin M. Saleh alias Digo untuk dilakukan mediasi antara para dugaan pengancam dan korban. Hal itu sebagaimana disampaikan Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tidore  IPTU La Badau, Senin, (25/7) kemarin.

“Si korban (Digo-red) sudah melakukan pengaduan, sehingga dalam waktu dekat kami (Polisi-red) akan layangkan surat pemanggilan kepada sejumlah oknum tersebut guna dilakukan mediasi bersama,” tutur Kapolsek.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan bilamana pemanggilan tersebut kemudian mereka (para oknum) tidak memenuhi panggilan dari Polsek Tidore, maka pihaknya tidak akan segan-segan untuk bersikap lebih tegas bila mereka (oknum-red)  melakukan hal-hal lain terhadap korban di luar hukum.

“Kalau sampai pemanggilan pertama kemudian mereka tidak datang, maka kami akan layangkan kembali surat pemanggilan ke dua dan ke tiga, dan jika mereka tetap tidak datang. lalu mengambil tindakan diluar jalur hukum itu kami langsung tindak dengan tegas, tanpa harus menunggu laporan dari pihak korban,” tegas Kapolsek.

Sementara itu, Djainudin M. Saleh kepada Fakta Pers saat ditemui di Pengadilan Negeri Soasio Tidore, Selasa (25/07/17) siang kemarin mengatakan, secara pribadi dirinya punya niat baik menyelesaikan masalah ini. Sehingga tidak  menimbulkan hal-hal buruk.

“Kami (saya dan rekan yang diancam) niat baik untuk selesaikan masalah ini. Namun kalu mereka (dugaan pengancam) tidak mau secara baik-baik, maka kami serahkan kepada pihak kepolisian. Langkah-langkahnya seperti apa. Sebab itu sudah domainnya polisi,” tutur Digo sapaan akrab Djainudin M. Saleh.

Menurutnya, kejadian yang terjadi pada Jumat (21/07/17) lalu secara pribadi telah membuat dirinya tidak nyaman dalam beraktifiras. Sehingga persoalan ini harus diselesaikan oleh pihak Kepolisian.

“Kejadian kemarin secara psikologi sudah tidak aman karena diancam. Terutama dalam melakukan aktifitas keseharian. Makanya mau tidak mau, suka tidak suka, tong (kami-red) harus minta polisi menyelesaikan masalah ini,” katanya.

Digo juga menambahkan, bahwa apa yang ia lakukan soal status FB itu sudah benar. Dirinya bahkan mempertanyakan kembali status FB mana yang dianggap mengfitnah sehingga mereka harus mengancamnya.

“Dengan segala resiko tong (kaki-red) yakin tong punya jalan benar. Sebab torang punya semangat membangun daerah ini. Namun dorang (dugaan pengancam) punya pandangan serta pengertian yang berbeda. Tong juga pahami itu, namun haru sampaikan dengan cara yang bagus jangan seperti premanisme begitu,” ungkap Digo.

Terpisah, Abubakar Nurdin (Ketua Perindo Tikep) dan Suratmin Idrus alias Ute (Wartawan), yang juga merasa nama mereka  disebutkan dalam peristiwa itu, telah resmi mengajukan pengaduan yang sama ke pihak Kepolsian Sektor (Polsek) Kota Tidore kepulauan untuk ditindaklanjuti.

“Karena kami juga tidak tau titik permasalahannya seperti apa sehingga nama kami juga disebutkan dan dicari-cari seperti buronan, maka sebaiknya kami serahkan ke ranah hukum untuk ditindaklanjuti,” Ungkap Abubakar Nurdin usai melakukan pengaduan di kantor Polsek Tidore, pada Senin, (25/7) kemarin. (ss)

Area lampiran

Komentar

News Feed