Senin, Agustus 2, 2021
BerandaDugaan Premanisme dan Pengancaman di Tidore Jadi Sorotan Tokoh Muda di Jakarta
Array

Dugaan Premanisme dan Pengancaman di Tidore Jadi Sorotan Tokoh Muda di Jakarta

FAKTA PERS – TIDORE KEPULAUAN.

Salah satu tokoh muda di Jakarta yang juga sebagai Senator Anggota DPD RI yakni Basri Salama angkat bicara soal dugaan premanisme dan pengancaman sekelompok orang kepada Djainudin M. Saleh (Penggiat Sosial) yang terjadi pada Juma’at (21/7) sore kemarin, bertempat di Djoung Café Kelurahan Tomagoba tepatnya di samping Gedung DPD KNPI Kota Tidore Kepulauan.

Menurut Basri Salama, tindakan seperti itu harusnya tidak dilakukan dan tidak perlu terjadi di Tidore. Untuk itu, dirinya menyarankan bilamana ada kritikan yang disampaikan oleh anak muda maupun para aktivis di Tidore ke Pemerintah Daerah, maka diambil dengan cara baik-baik sehingga tidak menimbulkan sikap menyimpang.

“Saya berharap jika ada kritikan-kritikan yang disampaikan oleh kelompok anak muda maupun aktivis di Tidore yang mengarah ke pemerintah daerah, seharusnya mereka ini dipanggil untuk diajak berdialog, karena hanya cara-cara seperti itu yang paling elegan untuk menanggapi berbagai problem di Tidore,” tutur Basri Salama via telephone pada Rabu (26/07/17) kemarin.

Namun demikian, senator DPD RI ini secara tegas menegaskan tidak mendukung dan membela siapa-siapa. Sehingga dalam persoalan itu dirinya juga menyarankan kepada para pemuda maupun aktivis di Tidore agar kiranya dalam menyampaikan kritikan maupun saran lebih mengutamakan cara-cara yang lebih santun.

“Setelah saya memantau perkembangan yang berlangsung melalui media sosial, sesungguhnya tidak ada yang menyinggung siapa-siapa, namun jika ada yang merasa tersinggung itu hanya terkait dengan isu terakhir yang mencuat di kota tidore kepulauan,” ujarnya.

Lebih lanjut, dirinya menambahkan, sudah saatnya Pemerintah Daerah kota Tidore Kepulauan menyatukan serta menghimpun seluruh kalangan pemuda maupun aktivis di Tidore. Agar bersama-sama bekerja untuk kepentingan Tidore kedepan untuk lebih baik lagi.

“Saya kira teman-teman aktivis maupun kelompok muda ketika diajak duduk secara bersama, sudah tentu mereka juga akan siap demi kepentingan pembangunan daerah ini ke depan,” tambahnya.

Sekedar diketahui, dugaan premanisme dan pengancaman ini terjadi berawal rasa ketersingguhan dari sekelompok orang atas salah satu status Facebook (Fb) milik Djainudin M. Saleh. Yang oleh sekelompok orang itu, status tersebut diduga telah menyebarkan Fitnah terkait dengan dugaan Jual beli Jabatan di Pemkot Tikep senilai Rp. 200 juta, yang belakangan ini ramai diperbincangkan. Padahal dugaan terkait dengan Jual beli Jabatan senilai Rp. 200 juta itu, sebelumnya telah disampaikan secara resmi oleh salah satu pengacara di Maluku Utara yakni Muhammad Konoras melalui media cetak. (ss)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments