oleh

Koalisi Masyarakat Untuk Keadilan Geruduk Pengadilan Negeri Oku

-Daerah-229 views

FAKTA PERS – OKU.

Polemik yang terjadi akhir-akhir ini di Kabupaten Oku menimbulkan pro dan kontra atas keputusan hakim Pengadilan Negeri Oku, menyikapi kondisi Pengadilan Negeri Oku, Provinsi Sumatera Selatan yang telah menciderai rasa keadilan masyarakat serta menjadi indikasi runtuhnya supremasi hukum dimana hal tersebut dapat dilihat:

Pada tangal 5 juli 2017 Pengadilan Negeri Oku yang diketuai langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri Oku telah membebaskan bandar narkoba.

Tanggal 20 Juli 2017, hakim Pengadilan Negeri Oku yang kembali diketuai oleh Ketua Pengadilan Negeri kembali membebaskan seorang tersangka penipuan yang total kerugian korbannya mencapai Rp 2 milyar.

Terkait kondisi diatas, maka Koalisi Masyarakat Untuk Keadilan menyatakan sikap:

Copot dan proses hukum Ketua Pengadilan Negeri Oku, kata kordinator aksi Josi Robet.

Aksi masyarakat untuk keadilan memulai long mast dari Kantor DPRD Oku berjalan kaki dan dikawal oleh aparat kepolisian, 21/7/2017, pukul 10.00 WIB tiba di halaman Kantor Pengadilan Negeri langsung melakukan orasi.

Sementara itu, Ketua Pengadilan Negeri Singgih Wahono menyikapi dingin atas aksi masyarakat untuk keadilan. Beliau mengatakan  sudah menjadi resiko tugas menjadi hakim karena putusan puas atau tidak puas, tapi kami  telah menjalankan sesuai dengan mekanisme dasar undang-undang.

“Hukum pidana, kami telah menerima, memeriksa perkara selama 4-6 bulan. Saya siap untuk mundur jika memang melakukan kesalahan tapi harus sesuai dengan mekanisme yang ada,” pungkasnya.

“Silahkan kalian krim surat ke Mahkamah Agung (MA) dan Komisi Yudisial (KY),” katanya.

(Dani)

Komentar

News Feed