oleh

Mantan Kadinkes Busel Divonis 1,6 Tahun Penjara

FAKTA PERS – BUTON.

Kasus korupsi Uang Persediaan dan Ganti Uang (UPGU) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Buton Selatan (Busel), Sulawesi Tenggara tahun anggaran 2015 akhirnya selesai diputus di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kendari, Senin (19/6/2017) lalu. Terhadap terdakwa mantan Kepala Dinkes Busel, Hamid, dijatuhi pidana selama 1,6 tahun penjara.

Vonis Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Kendari yang dijatuhkan kepada Hamid itu sudah sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Buton. Dalam hal ini selain pidana penjara 1,6 tahun, dia juga  dibebankan denda sebesar Rp. 50 juta, subsider kurungan penjara 3 bulan.

Kemudian yang lebih memberatkan Hamid lagi, kendati dalam proses penyidikan sudah mengembalikan kerugian negara atas apa yang dinikmati sebanyak Rp. 40 juta lebih, namun dalam sidang vonis Majelis Hakim mempunyai pertimbangan lain sehingga membebankan terdakwa agar membayar uang pengganti sebesar Rp. 28 juta lebih subsider 3 bulan kurungan penjara.

“Majelis Hakim mempunyai pertimbangan lain bahwa ada kerugian negara yang harus dibebankan kepada Hamid sebanyak 28 juta lebih,” kata JPU Kejari Buton, Basri Baco ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (4/7/2017).

Sebelumnya diberitakan, dalam kasus korupsi UPGU Dinkes Busel ini juga turut menyeret mantan Sekretaris Dinkes, Djabar, dan mantan Bendahara, Aliamin. Keduanya belum disidang karena masih dalam proses penyidikan Reskrim Polres Buton.

Kerugian negara yang ditumbulkan atas perbuatan ketiganya sebesar Rp. 144.557.550. Olehnya, mereka dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 dan atau Pasal 3 Undang-Undang No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam Undang-Undang No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,  Juncnto Pasal 55 ayat 1 ke-1e  KUHP. (LOA)

Komentar

News Feed