Kamis, Mei 13, 2021
BerandaPantai Mafumuru Objek Wisata Baru di Tidore
Array

Pantai Mafumuru Objek Wisata Baru di Tidore

FAKTA PERS – TIDORE KEPULAUAN.

Kota Tidore Kepulauan Provinsi Maluku Utara ternyata memiliki beragam potensi wisata yang tak kalah menarik dengan kota lain di Maluku Utara dan bahkan di Indonesia secara umum. Mulai dari wisata Sejarah, Kuliner, hingga suguhan panorama alam, baik itu di darat maupun di laut, menjadikan kota Tidore patut untuk di kunjungi bagi para pelancong. Salah satu yang menjadi daya tarik adalah destinasi baru wisata Pantai Mafumuru.

Destinas wisata Pantai Mafumuru yang terletak tidak jauh dengan pantai Akesahu, tepatnya di Rt 04 Rw 02 Tomadou kelurahan Tosa, kecamatan Tidore Timur ini, memiliki beragam pesona alam. Dimana, panorama pantai bila dilihat dari  ketinggian dapat memanjakan mata para pengunjung. Sebab dibagian timur, anda dapat melihat hamparan laut biru, Pulau Failonga, serta bentangan pulau Halmahera mulai dari tanjung Akelamo (Oba Utara) hingga di bagian Halmahera Barat. Bahkan, dari ketinggian itu juga, pengunjung dapat melihat Kantor Gubernur Malut di sofifi.

Sementara dibagian selatan, pengunjung disuguhkan pemandangan pohon bakau. Dibagian Barat, hijaunya pepohonan dengan nuansa alami yang menjulang luas diatas bukit tentunya menjadi daya tarik tersendiri. Sehingga pengunjung yang suka berselfi dapat mencoba Background yang berbeda pula. Terutama dipagi hari saat sunrise memperlihatkan dirinya di ufuk Timur pantai Mafumuru tepatnya diatas pulau Halmahera. Ketika pengunjung merasa jenuh diatas ketinggian, maka pengunjung dapat menuju ke pantai dengan menuruni anak tangga kurang lebih 10 meter terbuat dengan cara tradisional. Hal itu, karena konsep yang ditawarkan dari wisata Pantai Mafumuru berupa konsep alami.

“Jadi, disini kami tawarkan model pengembangan wisata dengan cara yang tradisonal. Tempat duduk yang terbuat dari kayu kemudian di cat, bingkai kaca untuk berpose, lalu anak tangga alami dari tanah dengan penahan kayu agar tidak terkikis air saat hujan serta pegangan anak tangga dari babu yang telah diukir dengan alami pula,” tutur Sarjan Abas seorang toko pemuda Tomadou kepada Fakta Pers saat ditemui di lokasi wisata Pantai Mafumuru, Sabtu (22/07/17) sore kemarin.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan, selain pesona alam yang dilihat dari ketinggian, di Pantai Mafumuru juga terdapat terapi air panas alami yang hanya ada ketika air surut. “Disini (Pantai Mafumuru) ada air panasnya yang dapat dijadikan terapi alami. Hanya saja air Panas itu ada ketika air laut surut sebab tempatnya berada tepat di bibir pantai,” jelas Sarjan yang juga berprofesi sebagai seorang Mahasiswa di salah satu kampus ternama di Maluku Utara.

Namun demikian, pengunjung tidak perlu kecewa saat tidak mendapatkan suguhan air panas Mafumuru. Sebab masih ada spot lainnya, yakni memanjakan diri dengan menyelam melihat pesona bawah laut Pantai Mafumuru. Selain itu pengunjung dapat bermain-main dengan hamparan pasir yang panjangnya kurang lebih 150 meter dibagian Selatan pantai wisata Mafumuru.

Untuk dapat berkunjung ke wisata pantai Mafumuru, pengunjung dapat menaiki kendaraan roda dua maupun roda empat dengan limit waktu perjalanan dari pusat kota Tidore selama 10 menit. Sementara dari pelabuhan Rum di kecamatan Tidore Utara sebagai pintu masuk ke Tidore, pengunjung dapat menempuh perjalanan dengan interval waktu kurang lebih 1 jam lebih. Ketika tiba di lokasi wisata Pantai Mafumuru, pengunjung hanya ditarik retribusi parkir sebesar Rp. 2000. Namun demikian, saat ini wisata Pantai Mafumuru masih dalam tahap pengembangan yang dilakukan oleh para Pemuda, Pelajar, maupun Mahasiswa Tomadou. Sehingga saat berkunjung, pengunjung diharapkan membawa bekal sendiri. Sebab saat ini belum tersedia jajanan makan di areal lokasi wisata Pantai Mafumuru.

Sementara dalam pengembangannya, mereka (pemuda, pelajar, dan mahasiswa) melakukan patungan bersama untuk membeli peralatan-peralatan yang dibutuhkan guna menjadikan wisata Pantai Mafumuru lebih tertata. Disamping itu, adanya bantuan yang diberika oleh para pengguna jalan yang melewati areal tersebut, dikala melihat para pemuda sedang bekerja bakti menata wisata Pantai Mafumuru.

“Kami melakukan ini tampa adanya bantuan dari Pemerintah. Ini murni lewat semangat kami selaku masyarakat Tomadou. Ini ide kami bersama agar bagimana potensi yang telah disediakan oleh alam ini, dapat dikembangkan agar kelak dapat menghasilkan sesuatu bagi banyak orang. Bahkan untuk membuat tempat duduk, jalan turun, serta lainnya itu, kami patungan bersama dan juga ada beberapa orang yang lewat dengan kendaraan, mereka memberikan sedikit uang walaupun tidak kami minta,” kata Sarjan menambahkan.

Untuk itu, dirinya berharap agar kelak pemerintah dapat memperhatikan ide kratif yang mereka buat sehingga wisata Pantai Mafumuru bisa menjadi salah satu icon andalan bagi para pelancong ke Tidore terutama yang menyukai selfi.
“Kami sangat berharap adanya perhatian pemerintah daerah,” tutupnya.

Sementara itu,  pengunjung wisata Pantai Mafumuru, Rusli dan Risna kepada Fakta Pers mengatakan, berterimakasih terhadap pemuda, pelajar, maupun mahasiswa Tomadou karena telah mengembangkan wisata Pantai Mafumuru. Sehingga mereka (para pengunjung-red) dapat berselfi. Bahkan keduanya menyarankan agar dapat dikembangkan lebih baik lagi.
“Disini sangat bagus pemandangannya. Kami ingin wisata ini dikembangkan lagi. Sebab ketika orang bosan dengan hiruk pikuk di Ternate, mereka bisa berkunjung ke Tidore,” kata Rusli.
Rusli juga menyarankan kepada pemerintah Kota Tidore Kepulauan agar serius dalam memperhatikan potensi wisata yang ada di Kota Tidore. Lewat pengembangan yang baik agar dapat mendatangkan PAD. (ss)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments