oleh

Sumber Daya Alam Kepulauan Nias Semakin Terpuruk, Diduga Pemkep Nias Tutup Mata

-Daerah-253 views

FAKTA PERS – KEPULAUAN NIAS.

Masyarakat Kepulauan Nias yang terdiri 4 (empat) Kabupaten 1 (satu) Kota yakni, Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Utara, Kabupaten Nias Barat, Kabupaten Nias Selatan, dan Kota Gunungsitoli mengeluhkan Sumber Daya Alam (SDA) yang semakin terpuruk beberapa tahun ini.

Sebelumnya, kehidupan petani di Kepulauan Nias begitu sangat menjanjikan. Bahkan pada tahun 2011 lalu harga Sumber Daya Alam (SDA) sudah mulai menyentuh keseimbangan antara harga dan barang. Tapi sejak tahun 2012 hingga sekarang harga hasil SDA semakin menurun.

Sesuai hasil konfirmasi Fakta Pers, kepada masyarakat Kabupaten Nias, pada Jumat (07/06), Kota Gunungsitoli, Senin (10/06), Nias Utara, Rabu (12/06), Nias Barat, Kamis (13/06) dan Nias Selatan, Sabtu (15/06), mengeluhkan turunnya harga SDA yang tidak seimbang pendapatan dengan pengeluaran. Pasalnya, dengan krisis ekonomi di Kepulauan Nias yang semakin memburuk, kini sebagian besar masyarakat mengadu nasib di negeri orang.

Ditinjau dalam segi wilayah, daerah Kepulauan Nias tergolong mayoritas petani. Hal ini pun, para petani atau pekebun menjerih. Dengan semakin turunnya harga SDA seperti sekarang ini, harga karet, coklat, nilam, dan lain-lain anjlok tajam.

“Dengan turunya harga hasil dari SDA , kami sangat menjerih tak setimpal dengan harga barang yang kami beli dari hasil produksi. Bayangkan saja kita beli pakaian tak sanggup dikarenakan hasil pendapatan sungguh jauh berbeda,” kata salah seorang masyarakat Gunungsitoli saat ditemui Fakta Pers pada Senin (10/6).

Hal senanda juga disampaikan salah satu masyarakat di Kabupaten Nias AL. Bmw yang menyampaikan, “pemerintah di Kepulauan Nias memang diakui hebat dan pantas angkat jempol dengan banyaknya pembangunan di Nias. Namun saja pemerintah tutup mata melihat kejerihan masyarakat dengan buruknya ekonomi di Nias dan tak ada respon sedikitpun dengan melihat dan mendengar kejerihan masyarakat di sini.”

“Apakah kami yang perlu datang kepihak perusahaan dan kepada Bapak Presiden untuk menyampaikan keluhan kami ini? Kami masyarakat kecil hanya membanting tulang kerja di pertanian, namun tidak ada respon pemerintah di Kepulauan Nias untuk menyampaikan keluhan kami ini di pusat.” lanjutnya.

“Keluarga kami sudah banyak merantau bekerja di negeri orang, bekerja di perusahaan sawit, pembantu rumah tangga, dan lain-lain sebagainya. Ini pun terjadi karena keadaan ekonomi di Nias ini tidak menjanjikan lagi. Tapi dengan kejadian ini pemerintah di Kepulauan Nias, Bupati, Wali Kota, DPRD, dan jajaranya hanya melihat-lihat saja ketika masyarakatnya naik kapal laut untuk merantau cari nafkah di negeri orang. Tidak ada rasa perhatian pemerintah pada kami,” tuturnya dengan nada sedih.

Di tempat terpisah, Andi Laoli masyarakat Nias Utara menyampaikan, ia berharap semoga pemerintah di Kepulauan Nias dapat berbicara untuk menyampaikan keluhan masyarakat kepemerintahan pusat, termasuk kepihak perusahaan agar Nias menjadi lebih maju dalam segi ekonomi dan terhindar dari masalah kekerasan, pencurian, perampasan, pengangguran, dan beberapa masalah lainya. (Deserman Lase)

Komentar

News Feed