Minggu, Juli 25, 2021
BerandaTak Terima 3 Guru Dimutasi, Sejumlah Warga Tambula Protes ke Pemkot
Array

Tak Terima 3 Guru Dimutasi, Sejumlah Warga Tambula Protes ke Pemkot

FAKTA PERS – TIDORE KEPULAUAN.

Sekitar 20 lebih masyarakat Rt. 02 Rw. 01 Kelurahan Tambula, Kecamatan Tidore, Kota Tidore Kepulauan pada Senin (31/07/2017) pagi mendatangi Kantor Walikota Tidore Kepulauan guna mempertanyakan kebijakan Pemerintah Kota Tidore dalam hal ini Dinas Pendidikan Kota Tidore karena dinilai telah memutasikan 3 guru PNS di SD Negeri 3 Gamtufkange secara sepihak.

Kordinator aksi, M. Julham saat berorasi di depan Kantor Walikota Tidore mengatakan bahwa, dirinya bersama dengan sebagaian Pemuda, Pelajar, Mahasiswa, maupun Masyarakat Tambula mendatangi dan melakukan aksi di depan Kantor Walikota atas dasar gerakan hati tanpa ada kepentingan lain.

“Ini murni merupakan gerak hati masyarakat untuk mempertanyakan dan mendengar secara langsung alasan Pemerintah Daerah yang telah melalukan mutasi terhadap 3 orang guru dari SDN 3 Gamtufkange ke SDN Indonesiana dan SDN Goto,” kata M Julham.

Dirinya menuturkan, berdasarkan temuan dilapangan saat bertatap muka dengan kepala Sekolah SD Negeri 3 Gamtufkange. Bahwa dimutasinya 3 guru PNS itu dikarenakan adanya perbedaan pendapat. Olehnya itu, kata M Julham, masyarakat kemudian meminta kejelasan dari pemerintah Kota Tidore serta instansi teknis terkait guna menjelaskan persoalan tersebut.

Menyikapi persoalan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Tidore, Ismail Dukomalamo sebagai instansi terkait yang datang kemudian menerima masa aksi di depan Kantor Walikota Tidore menyampaikan bahwa dimutasinya 3 guru PNS SD Negeri 3 Gamtufkange itu untuk penyegaran semata sehingga guru yang bersangkutan dapat merasakan suasana baru di lingkungan yang baru. “Ini murni penyegaran dan tidak ada unsur politisasi,” kata Ismail di depan masa aksi.

Tambahnya, “kalau hari ini saya memindahkan tiga guru ini di daratan Halmahera, maka ini pantas untuk dipertanyakan, karena bisa saja ada interfensi tertentu. Namun inikan tidak, mereka dipindahkan ke SDN Goto dan SD Negeri 2 Indonesiana untuk penyegaran semata,” jelas Ismail.

Untuk itu, dirinya berharap kepada massa aksi agar mari bersama-sama berpikir dalam konteks yang positif. “Bagi saya, guru ini tidak ada yang tidak baik, di mata saya semuanya baik. Olehnya itu, di kesempatan ini saya berharap kepada bapak/ibu dan adik-adik sekalian, marilah kita melihat pada konteks yang positif. Sekali lagi ini murni untuk penyegaran,” tandas Ismail Dukomalamo.
Sementara itu Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen seusai memimpin rapat bersama SKPD kemudian menyempatkan diri menemui massa aksi.

Wawali mengatakan, soal mutasi dan lainnya ini telah diatur dalam aturan tersendiri dan tidak bisa sembarang melakukannya. Menurut Muhammad Sinen semuanya harus memiliki laporan yang jelas sehingga dapat di evaluasi oleh Pemerintah Daerah. “Masalah PNS itu murni merupakan aturan tersendiri, tidak boleh di atur secara perorangan atau kelompok. Soal mutasi, ini murni penyegaran,” terang Wawali.

Dalam kesempatan itu juga, Wawali mengatakan agar masyarakat selalu memperhatikan ketidak aktifan guru, sehingga iti dapat disampaikan ke Pemerintah Daerah. Sebab menurut Ayah Erick sapaan akrab Muhammad Sinen, masyarakat memiliki peran penting dalam melihat kedisplinan guru saat menjalankan tugas. Sehingga saat didapati guru yang tidak aktif maka dapat dimasukan laporannya ke Dinas untuk di evaluasi.

Untuk diketahui, Aksi sendiri berjalan damai dan di kawal oleh personil kepolisian serta Satpol-PP Pemkot Tidore. Massa aksi yang berjumlah sekitar 20 orang itu melakukan aksi didepan kantor Walikota Tidore dan temui secara langsung oleh Wakil Wali Kota Tidore Muhammad Sinen, Kadiknas Ismail Dukomalamo, Sekretaris Dinas Pendidikan A. Umasangadji dan Kabid pendidikan dasar Mah’ruf. (ss)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments