Selasa, Juli 27, 2021
BerandaTerkait Aktivis Anti Korupsi yang Dipolisikan, Anggota DPRD Mandailing Natal: Sangat Disayangkan...
Array

Terkait Aktivis Anti Korupsi yang Dipolisikan, Anggota DPRD Mandailing Natal: Sangat Disayangkan…

AS Imran Khaitami Daulay

FAKTA PERS – JAKARTA.

Anggota DPRD Mandailing Natal angkat bicara terkait aktivis anti korupsi berinisial AYN yang dipolisikan oleh Bupati Mandailing Natal Dahlan Hasan Nasution.

“Sangat disayangkan langkah yang ditempuh oleh Bupati Mandailing Natal Dahlan Hasan Nasution,” kata anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal AS Imran Khaitami Daulay melalui pesan elektroniknya kepada Fakta Pers di Jakarta, Selasa (4/7).

“Memang itu hak beliau (red Bupati), kita cuma menyayangkan kenapa tidak dibuat bentuk solusi lain yang lebih dialogis dan kompromintik yang beliau pilih dalam menyelesaikan masalah,” ungkpanya.

Menurutnya, “ini memang urusan kematangan diri persoalan mengartikulasikan jabatan publik secara benar. Pada sisi tertentu Bupati itu adalah orang tua dari rakyatnya. Kadang sebagai guru dari murid-muridnya dan kadang sebagai sahabat serta sebagai saudara dan lain-lain sebagainya.

“Yang saya khawatirkan jika langkah hukum ini kemudian membawa dampak negatif terhadap dinamika demokrasi di daerah kita, khususnya Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara,” tambah Imran yang juga Wakil Ketua Soksi Sumatera Utara itu.

“Seperti hal misalnya memperlemah semangat kemerdekaan berpendapat, melemahnya semangat kritik konstruktif dari kalangan aktivis, sehingga diduga bisa menjadi kesewenang-wenangan penguasa,” ujarnya.

“Ia juga mengharapkan agar hal itu tidak sampai terjadi, kita butuh tumbuhnya kritik-kritik konstruktif dalam dinamika pembangunan. Agar kita dapat membangun yang lebih baik dari waktu ke waktu. Kepada saudara AYN selaku aktivis anti korupsi yang bertugas di Kabupaten Mandailing Natal, agar dapat bersabar dan tetap semangat dalam menghadapi masalah hukum ini. Selalulah memohon do’a dan perlindungan dari Allah SWT,” kata AS Imran Khaitami.

Sebelumnya, sesuai dikutip dari MohgaNews, Bupati Mandailing Natal Dahlan Hasan Nasution melaporkan AYN yang merupakan aktivis anti korupsi dari Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI) Kabupaten Mandailing Natal atas dugaan melanggar UU Informasi Transaksi dan Elektronik (ITE) atas status akun AYN di sosial media (sosmed).

Bupati Mandailing Natal melalui kuasa hukumnya Saparuddin Hasibuan, Senin (3/7) yang lalu membenarkan pihaknya melaporkan AYN atas dugaan melanggar Undang-Undang ITE.

Menurut kuasa hukum, “benar kami sudah buat laporannya ke Polres, atas dugaan melanggar Undang-Undang ITE,” kata Sapar yang juga merupakan Pengacara Pemkab Mandailing Natal itu.

Sementara Kapolres Mandailing Natal AKBP Martry Sony melalui Kasat Reskrim AKP Henro Sutarno membenarkan laporan tersebut, “kami lidik dulu lah,” jelasnya sesuai yang dikutip dari MohgaNews. (AML/M Efendi)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments