oleh

Warga Resah, Dampak Penambangan PT PGU Bikin Tanah Longsor

-Daerah-243 views
Lokasi tebing yang longsor.

FAKTA PERS – MUARA ENIM.

Perusahaan penambangan batubara PT. Pasifik Global Utama dinilai kurang memperhatikan lingkungan di sekitar wilayah lokasi penambangan yang dikelola oleh mereka. Pasalnya, dengan adanya areal tanah longsor di lokasi wilayah penambangan yang lokasinya dekat dengan Desa Tanjung Lalang diperkirakan dapat mengakibatkan banjir dari air Sungai Enim.

Pinggiran sungai yang berjarak dekat dengan perkampungan Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Agung, Muara Enim, juga mengalami longsor.

“Pinggiran sungai yang hanya beberapa puluh meter dari wilayah perkampungan Desa Tanjung Lalang mengalami longsor, diduga penyebabnya akibat tekanan  menahan beban berat yang tidak berapa jauh dari penimbunan tanah West Dam dari penambangan PT PGU,” ujar H. Suhair Wakil  Ketua didampingi oleh Kadiv Intelijen dan Investigasi Karel, Lembaga Aliansi Indonesia Kabupaten Muara Enim kepada awak media di Kantor Lembaga Aliansi Indonesia, Cabang Muara Enim, Rabu (12/7/2017).

 

“Berawal dari laporan  Masyarakat  Desa Tanjung Lalang  yang datang kepada kami, mereka menceritakan kondisi tanah longsor yang sudah beberapa Minggu yang lalu, ada terjadi pergerakan dinding tebing sungai mengalami keretakan di arah dekat Sungai Enim, Kemudian atas laporan tersebut kami langsung meninjau ke lapangan kemarin (hari Selasa-red) dan ternyata benar hal ini terjadi,” terang Suhair.

Lembaga Aliansi Indonesia bersama Kepala Desa dan Tokoh Masyarakat.

“Kami sangat menyayangkan hal ini terjadi karena dengan temuan yang kami lihat, kami akan menyikapi permasalahan ini, karena masalah ini sangat mengkhawatirkan sekali dan masalah ini tidak bisa didiamkan saja, dengan hasil investigasi bersama Kades serta BPD Tanjung Lalang, Ketua Adat  Masyarakat Tanjung Lalang, kami mendapati tanah tersebut terus bergerak longsor ke arah Sungai Enim pada hari Selasa (11/7/2017). Tanah longsor ini sudah bergerak kurang lebih 7 (Tujuh) Meter mengarah ke Sungai Enim dan ini sepertinya pergerakan tanah tersebut akan terus berlangsung seandainya tidak diambil tindakan. Kami sangat khawatir sekali Sungai Enim ini akan tertutup oleh longsoran tanah tersebut dan ini akan dapat mengakibatkan  menenggelamkan tiga Desa, yaitu Tanjung Lalang, Desa Pulau Panggung, Keban Agung,” urai Suhair.

“Untuk ini kami berharap pihak PT PGU harus bertanggung jawab atas kejadian ini. Kami menduga ini disebabkan karena kegiatan penambangan yang dilakukan oleh mereka dan segera memperbaiki serta mengantisipasi longsor susulan sehingga masyarakat di sekitar wilayah tambang yang hanya berjarak puluhan meter dari tambang PGU ini tidak menjadi resah,” ungkapnya.

Sementara itu, Humas PT PGU Sudinoto, ketika dikonfirmasi dari hari Selasa (11/7) mengatakan menunggu keputusan para pimpinan perusahaan tersebut.

“Kita masih menunggu para pimpinan PT.PGU yang lain karna pekerjaan ini memerlukan kajian-kajian,” ujarnya.

(Ahmad Sukri)

Komentar

News Feed