Jumat, Mei 14, 2021
BerandaAlasan Sepele, Pria Asal Halsel ini Nekat Tusuk Pacarnya dengan Kunci Motor
Array

Alasan Sepele, Pria Asal Halsel ini Nekat Tusuk Pacarnya dengan Kunci Motor

FAKTA PERS – HALMAHERA TENGAH.

Seorang warga Desa Nurweda, Kecamatan Weda Kabupaten Halmahera Tengah, sebut saja Eni Gafur (27) mengalami perlakukan kekerasan berupa penikaman oleh pacarnya Akbar Hamid (30) warga Desa Mafa, Kecamatan Gane Timur, Kabupaten Halmahera Selatan.

Kejadian yang terjadi pada Selasa, (29/8/17) sekira pukul 17.00 WIT itu bermula ketika sang korban menolak untuk dibonceng dengan motor oleh pelaku. Sebagimana diceritakan Korban Eni Gafur kepada Fakta Pers mengisahkan kronologis kejadiannya, bahwa korban bekerja sebagai klening service di RSUD WEDA, habis jam kerjanya pada pukul 17.00 Wit korban pun bergegas untuk pulang kerumah, menjelang dua menit berjalan kaki, pelaku yang juga pacarnya itu datang mengendarai kendaraan roda dua dan meminta untuk memboncengnya pulang.

Hanya saja korban menolak karena melihat kondisi pacarnya lagi mabuk mengkonsumsi minuman keras sehingga korban takut. Karena kesal ditolak pacarnya, Pelaku langsung turun dari motor dan menikam korban dengan kunci motor yang digenggamannya, sehingga korban memgalami luka sobek di bagian pinggang belakang sekitar empat centimeter dalamnya luka tusukan.

“Ngana (kamu-red) mabuk kong duluan sudah biar saya (korban) pulang jalan kaki saja dari pada naik motor dalam keadaan mabuk seperti itu,” kisahnya.

Awalnya, korban belum merasa luka tusuk itu, baru beberapa meter korban berjalan tiba-tiba korban melihat darah segar yang membasahi bajunya, atas tindakan pacarnya, korban langsung naik ojek dan menuju kantor SPKT Polres Halteng dan melaporkan tindakan pacarnya itu, kemudian balik ke RSUD Weda dan mendapat perawatan medis, luka tusuk yang di alaminya itu sedalam 4 centi meter dan di jahit sebanyak dua jahitan,” akunya.

Pelaku saat ini masih dalam pengejaran polisi Polres Halteng. Selain itu, pelaku juga di kabarkan membawa lari motor milik Hairudin warga Desa Nurweda.

Harapan korban pelaku harus di proses sesuai hukum yang berlaku, korban juga mengaku bahwa ada hubungan cinta dengan pelaku sudah tiga bulan, korban juga mengaku pelaku sering bertindak kasar kepada korban selama pacaran,” jelasnya.

Sementara keluarga korban yang mengaku bernama Alia ini meminta kepada pihak polisi untuk memproses pelaku seberat-beratnya karena tindakannya tidak di terima oleh pihak keluarga,” terangnya. (Ode)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments