oleh

Carut Marut Perselisihan PT Adil Utama dengan Karyawannya Tak Kunjung Usai

-Daerah-298 views

FAKTA PERS – MUARA ENIM.

Permasalahan perusahaan dengan pekerja saat ini sudah tidak menjadi momok lagi. Buktinya, seperti sebagian pekerja Sub Kontraktor (Subkon) PT Satria Bahana Sarana (SBS), yakni PT Adil Utama (AU) yang berkerja di tambang Bangko Barat mengaku gaji yang diberikan dinilai kurang sesuai dengan yang diharapkan.

Dari pantauan di lapangan Kamis (3/8) pagi. Tampak para pekerja PT AU berjejer di depan kantor PT AU. Para pekerja ini tampak kesal dan gelisah dikarenakan menuntut masalah gaji mereka yang dinilai tidak sesuai diberikan oleh PT AU.

Salah satunya Faisal, sebagai driver di PT AU hanya diberikan gaji Rp 1.142.000. Gaji ini dinilainya tidak sesuai, sebab setidaknya gaji yang diterima sesuai dengan upah minimum daerah yang sekarang di Kabupaten Muara Enim sekecilnya Rp. 2,4 juta lebih perbulan. “Ini saya bekerja terus. Tidak pernah tidak masuk bekerja, gaji yang diberikan seperti ini,” kata dia.

“Tidak sesuai lah dengan kita bekerja. Dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore. Dibayar seperti ini, jadi sangat tidak sesuai.” cetus Faisal.

Sama hal dialami Sulmi (driver) hanya diberi gaji sebesar Rp. 800.333. Dimana gaji yang diterimanya ini juga dinilainnya tidak sesuai dengan haknya selama bekerja di bulan pertamanya.

Sedangkan, Sunarto  yang juga sebagai driver di PT AU ini mengatakan, ia bekerja sejak tanggal 21 Juni 2017 lalu hingga sekarang. Dan, ia tidak mau menerima gaji yang diberikan PT AU yang hanya sebesar Rp. 2.462.000. Sebab, gaji yang diberikan ini tidak sesuai dengan hak yang seharusnya ia terima.

“Saya tidak terima. Perusahaan meminta tolong agar saya menerima gaji sebesar itu. Jelas, saya tetap tidak mau karena tidak seauai,” bebernya.

Ironisnya lagi, ada salah satu pekerja yang mengaku diberhentikan tanpa pemberitahuan, baik secara lisan maupun tertulis oleh PT AU ini. Salah satunya Rudiansyah sebagai PK di PT AU. Ia mengaku diberhentikan tanpa diberi tahu oleh pihak perusahaan.

“Saat lagi kerja di lapangan nama saya tidak ada lagi di absen. Kok bisa PT Adil Utama dapat kerjaan di PT SBS, apa nggak ada perusahaan yang lebih bagus. Saya yakin perusahaan ini belum melaporkan jumlah karyawan ke Depnakertrans Kabupaten Muara Enim,” tegasnya .

Secara terpisah, saat dikonfirmasi ke menejemen PT AU, salah satu pihak PT AU di rumah yang disewa untuk kantor ini seperti kurang kooperatif saat awak media ingin konfirmasi terkait masalah ini. “Ini rumah pribadi,” ujar yang sering disebut Toha.

Kemudian awak media berhasil menghubungi salah satu Humas PT AU Andes melalui selulernya. Saat dikonfirmasi terkait masalah ini mengatakan, tidak ada masalah dan semuanya akan diselesaikan secara internal. “Tidak ada masalah pak, hanya miss komunikasi saja. Yang pasti selesai, aman pak,” ujarnya. (Aidil)

Komentar

News Feed