oleh

Di Pilkades Desa Sidanga, Panitia Akui Kades Terpilih Gunakan Ijazah Palsu

-Daerah-243 views

FAKTA PERS  – HALMAHERA TENGAH.

Sejumlah masyarakat desa Sidanga Kecamatan Weda Kabupaten Halmahera Tengah kepada Fakta Pers mendesak kepada penyidik Polsek Weda agar mengusut tuntas ijazah SD milik kepala desa terpilih desa Sidanga yakni Hernimus Kumai. Dimana yang bersangkutan diduga menggunakan ijazah palsu saat mengikuti Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) baru-baru ini.

Anehnya lagi Ketua Panitia Pilkades Yopi Pelupesi juga diduga menyembunyikan hal ini serta dituding turut bekerjasama dengan calon kepala desa terpilih. Padahal Ketua Panitia sendiri pasti tau keabsahan serta legalitas ijazah tersebut. Tetapi sengaja disembunyikan oleh Ketua Panitia,” jelas Yafet Limoro yang di periksa sebagai saksi oleh penyidik Polsek Weda Senin, (28/8) kemarin.

Masyarakat juga meminta penyidik Polsek Weda untuk melakukan penyelidikan kepada Kepala Desa terpilih Desa Sidanga Hernimus Kumai yang unggul pada Pilkades pada tanggal 24 Agustus 2017 kemarin.

Selain itu Kepala desa terpilih yang dimaksudkan Hernimus Kumai juga telah dilaporkan Jonset Ridolfo Limor beserta kawan-kawannya (sekelompok warga desa Sidanga) pada tanggal 10 Agustus 2017 pukul 9.00 Wit di Polsek Weda. Sehingga pada hari saya (Yafet Limoro) di periksa sebagai saksi, karena saya juga sebagai anggota panitia, namun soal ijazah milik Kades terpilih sengaja di sembunyikan dari kami oleh Ketua Panitia pilkades. Hal ini kata Yafet,  mencuat ketika kami meminta ijazah tersebut untuk di foto copy, itu pun Ketua Panitia enggan memberikannya, hanya saja saya saat itu ngotot dengan berbagai macam akal sehingga Ketua Panitia memberikan untuk di foto copy,” ujarnya.

Usai di foto copy, pada tanggal 6 Agustus 2017 saya ke Dinas pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Halmahera Tengah untuk meminta kejelasan ijazah kades terpilih yang menurut saya sangat mengganjal itu, dan akhirnya di teliti serta di pelajari oleh Dinas terkait sekaligus memberikan rekomendasi keraguan keabsahan ijazah SD Inpresnya Hernimus Kumai itu, dan banyak sejumlah staf yang mengaku bahwa ijazah tersebut benar-benar palsu karena banyak yang mengganjal didalamnya. Seperti, burung garuda, nomor seri dan masih ada lain yang ganjal,” kisahnya saat ijazah itu diperlihatkan di dinas terkait pada tanggal 6 Agustus baru-baru ini.

Dengan adanya keraguan dari dinas terkait, sebagian warga desa sidanga pun mengambil langkah untuk melaporkan hal tersebut. Selain itu dilakukan karena berdasarkan keterangan masyarakat yang seumuran dengan Kepala Desa terpilih yang, dimana  menyatakan yang bersangkutan (Herlimus Kumai) tidak menyelesaikan pendidikannya pada jenjang pendidikan dasar kala itu, anehnya ketika pencalonan pilkades Hernimus Kumai (kepala desa terpilih) memasukan berkas ijazah SD nya. Tidak hanya itu, warga juga menemukan kejanggalan dalam ijazah Sekolah Dasar (SD) milik Hernimus Kumai yang tidak sesuai. Dimana saat itu semua masyarakat yang semuanya tau bahwa yang bersangkutan putus sekolah di kelas IV Sekolah Dasar Inpres pada saat itu. “kala itu sekolah belum ada yang Negeri ” tutur Yafet.

Ia juga mengatakan bahwa Senin, (28/8/17) pukul 13.00 wit kepada Fakta Pers mengaku bahwa tersentak kaget dan bingung ketika kades terpilih Hernimus Kumai mencalonkan diri sebagai kandidat kades tak lama kemudian ia pun memasukan berkasnya. Anehnya kata dia, yang bersangkutan kita semua tau bahwa tak menyelesaikan pendidikannya yakni putus sekolah dasar Inpres di kelas IV, tiba-tiba mengantongi ijazah SD untuk melengkapi administrasi pencalonan kades inikan kaget saya,” kisah Yafet Limoro yang juga sebagai anggota panitia pilkades.

Perkara yang di laporkan ke Polsek Weda benrnomor:  LP /03/VIII/2017 10 Agustus 2017 SEK Weda dengan perihal pemalsuan dokumen negara dan merugikan negara sekaligus masyarakat secara khusus.

Kapolsek Weda AKP Kader Kiye kepada Fakta Pers mengaku saat ini Penyidik Polsek Weda telah memeriksa lima orang saksi terkait dengan kejanggalan keabsahan ijazah SD kades terpilih tersebut diantaranya Jonset Ridolfo Limor sebagai pelapor. (Ode)

Komentar

News Feed