oleh

Diduga Pukul Siswa Hingga Betis Pecah, Oknum Guru SMP Negeri 12 Tidore Dilaporkan ke Polisi

-Daerah-348 views

FAKTA PERS – TIDORE KEPULAUAN.

Seorang guru mata pelajaran  Bahasa Indonesia dan TIK SMP Negeri 12 Tidore, berinsial MJS (37) dilaporkan kepihak kepolisian Sektor (Polsek) Tidore, karena diduga melakukan aksi kekerasan fisik kepada siswanya, Afri Angga (13) kelas VIII hingga betis sebelah kanannya pecah.

“Jadi pas saya pulang dari kantor Walikota, dirumah Angga saya lihat banyak orang, trus saya kerumahnya. Namun sebelum saya sampai kesana (rumahnya), bapak Angga sudah lari kemari di saya. Dan saya tanya ada bikin apa? Dia bilang, guru orang Gurabunga pukul anak sata smpai betisnya picah,” tutur Samsudin Safril paman korban menirukan perkataan Ayah Angga kepada Fakta Pers saat mendampingi Angga membuat laporan di Polsek Tidore, Kamis (24/8/17) sore kemarin.

Mendengar apa yang disampaikan ayah Angga, Samsudin kemudian menyarankan untuk melaporkan masalah tersebut ke Perlindungan anak Kota Tidore Kepulauan.

“Dia (ayah Angga) tanya ke saya, terus bagimana ini. Saya bilng di dia lapor saja di perlindungan anak. Kemudian saya bawa Angga menuju ke Perlindungan Anak. Namun dalam perjalan, saya telpon ke perlindungan anak, tetapi dari perlindungan anak, mereka bilang kabidnya belum ada di kantor. Jadi mereka saran ke saya agar lapor ke polisi, nanti besok (Jumat, 25/8/17) baru ke Perlindungan anak,” jelas Samsudin.

Dirinya juga mengatakan, keinginannya untuk melaporkan guru tersebut agar dapat menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, serta membuat efek jerah bagi pelaku sehingga saat mendidik tidak perlu dengan kekerasaan.
“Saya bawa Angga melapor, agar pas balik dari sini (Polsek), saya bilang di keluarga kalu soal ini sudah dilapor ke polisi jadi biarlah polisi yang bekerja, supaya keluarga tidak buat apa-apa di guru itu. Sebab resikonya bisa tamba panjang. Selain buat efek jerah karena guru ini bukan baru kali ini saja namun sudah berulangkali lakukan tindak kekerasan terhadap siswa,” ungkapnya.

Terpisah, Angga siswa korban pemukulan kepada Fakta Pers mengatakan, sebelum dipukul dirinya bersama tujuh teman lainnya hendak membeli nasi goreng di kantin sekolah untuk dimakan. Saat itu masih berlangsung jam Literasi di Perpustakaan. “Dekat istirahat tong (kami) mau beli nasi goreng di kantin, cuman Ibu Nani lia tong kaluar talalu banyak, jadi dia suru tong masuk ke kelas saja. Pas tong su masuk semua di kelas. Barulah Pak guru itu datang dan menanyakan siapa-siapa yang keluar? Maju kedepan,” kata Angga meniru perkataan MJS.

Lanjutnya, setelah maju kedepan kelas, dirinya dan enam siswa lainnya dipukul oleh guru tersebut sebanyak dua kali.

“Tong tujuh orang itu dipukul pake bambu masing-masing dua kali pukulan, yang lainnya hanya memar sedangkan saya seperti ini,” kata Angga dengan wajah sedih sambil memperlihatkan luka sobekannya.
Sementara itu, Brikpol Taufik Effendi petugas piket Polsek Tidore saat ditemui Fakta Pers membenarkan adanya laporan tersebut.

“Ia, kami ada terima laporan itu sekitar pukul 15.48 WIT dan sekarang sudah dibuatkan laporannya. Namun untuk nomornya belum ada sebab petugas PPAnya sudah pulang. Tetapi nomor visumnya sudah ada,” katanya. (ss)

Komentar

News Feed