Minggu, Juli 25, 2021
BerandaGelapkan Dana Desa Ratusan Juta, Mantan Karteker Papaceda di Laporkan ke Polres...
Array

Gelapkan Dana Desa Ratusan Juta, Mantan Karteker Papaceda di Laporkan ke Polres Halsel

FAKTA PERS – HALMAHERA SELATAN.

Puluhan Masyarakat Desa Papaceda Kecamatan Gane Barat Kabupaten Halmahera selatan didampingi oleh Lembaga swadaya masyarakat (LSM) Front Delik Anti Korupsi (FDAK) Kabupaten Halsel, pada pekan kemarin Mendatangi Polres Halmahera selatan Guna melaporkan Kasus dugaan tindak pidana korupsi, penyelewengan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DDS) Papaceda kecamatan Gane Barat Kabupaten Halmahera tahun 2015 dan 2016 yang di lakukan oleh Pejabat Karteker Kepala Desa Papaceda Bunyamin Umar.

Laporan Lembaga swadya Masyarakat (LSM) Front delik Anti Korupsi (FDAK) tersebut di terima Langsung Oleh Penyidik tindak Reskrimsus Polres Halmahera selatan di ruang Polres Halsel, Usai Melaporkan Kasus dugaan tindak Pidana Korupsi Penyelewengan Dana ADD yang di lakukan oleh Kepala Mantan Karteker Kades Papaceda Bunyamin Umar tahun 2015 dan tahun 2016 tersebut, Ketua LSM Front Delik Anti Korupsi (FDAK) Kabupaten Halsel, Asbur Abu Kepada Fakta Pers Mengatakan, Realisasi penggunaan Alokasi dana desa (ADD) dan Dana Desa (DDS) Desa Papaceda Gane Barat Kabupaten Halmahera selatan tersebut melalui pelaporan terbuka dan transparan untuk Peningkatkan prekomomian masyarakatnya, terhadap laporan penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DDS) yang bersumber dari APBN itu agar lebih akuntabel serta dapat dipertanggung jawabkan dan disertai bukti-bukti pembelanjaannya,”

Namun Penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DDS) Papaceda oleh Mantan Karteker Papaceda Bunyamin Umar juga tidak melibatkan seluruh elemen masyarakat Desa Papaceda mulai dari proses perencanaan hingga Pada Proses pembangunan desa sehingga tidak sesui Isyarat PP Nomor.60/2016 junto PP No.8/2016 tentang Dana Desa yang bersumber pada APBN Tahun 2016.dan  sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan, PDT dan Transmigrasi No. 21/2016 penggunaan Dana Desa harus sesuai skala prioritas. Yaitu, peningkatan insfrastruktur dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di tahun 2015 dan tahun 2016, Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) Nomor: 49/2016 bahwa tata cara pengalokasian, penyaluran, penggunaan dan evaluasi dana desa di salurkan melalui dua tahap. Yakni, tahap I (satu) sebesar 60% dan Tahap II (kedua) sebesar 40%,”
Sehingga penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan (DDS) yang di Lakukan oleh Pejabat Kepala Desa Papaceda Kecamatan Gane Barat Kabupaten Halmahera selatan Bunyamin Umar dan Bendahara Desa Papaceda Safarin Din dalam Mengelola Dana Desa Papaceda sendiri tanpa melibatkan Unsur-unsur yang berkepentingan di dalamnya pada Perencanaan Penggunaan Aggaran Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DDS) oleh Kepala Desa Papaceda Safarin Din juga tanpa mendapatkan Persetujuan dari BPD dan Masyarakat secara lisan Maupun tertulis Pada Pencairan ADD Dan DD Tahap I tahun 2015 Pejabat Kepala Desa Papaceda  Bunyamin Umar Menggunakan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DDS) tahap II  2015 yakni Bidang Pelaksanaan Pembanguan Desa Rp.169.700.000, Pembangunan setapak/Rabat Beton Rp 121.000.000, Belanja Barang dan jasa, Rp.23.000.000, Belanja Modal Rp.98.000.000, Rehabilitasi MCK, Rp. 48.700.000, Belanja Modal, Rp. 40.000.000

penggunaan Anggaran  tersebut dananya di duga terjadi Mark up Angggaran, serta Fiktif kegiatan pembelajaannya sehingga terjadinya kerugian negara karena tidak sesuai dengan Rancanagan Anggaran Belanja (RAB). Bidang Pelaksanaan Pembanguan Desa Pembangunan setapak/Rabat BetonRp 121.000.000, Belanja Barang dan jasa, Rp.23.000.000, Belanja Modal, Rp.98.000.000, Rehabilitasi MCK Rp. 48.700.000 Belanja Modal : Rp. 40.000.000, dan untuk Dana Alokasi Desa (ADD) dan Dana Desa (DDS)  pada Pencairan tahap I dan II  2016 berkisar, Rp. 720.000.000.

Olehnya pihaknya mendesak Kepada Kapolres Halsel AKBP Zainudin Agus Binarto. SIK agar segera Memanggil dan Memeriksa Mantan Karteker Kades Papaceda Bunyamin Umar dan Bendahara Papaceda Safarin Din, Karena dana yang di gunakan tersebut juga di duga terjadi Markup anggaran Ratusan Juta Rupiah karena Nilai Uang dengan Volume pekerjaan Pembangunan Fisik yang di lakukan Pejabat Kepala Desa Papaceda Kecamatan Gane Barat Kabupaten Halmahera Selatan, Bunyamin Umar tidak berbanding Lurus karena proses pembangunannya juga tidak sesuai dengan Rancangan Anggaran belanja (RAB) pada RKPDES, dan RPJMDES, selain itu total Dana Desa (DDS) untuk pembangunan fisik pada tahun 2016, senilai Rp. 720.000.000 hanya di Gunakan Senilai Rp. 420.000.000 maka Dana yang fiktif tidak di Gunakan senilai Rp. 300.000.000, dan Karteker Kades Papaceda dan Bendahara sampai saat ini belum memasukkan laporan pertanggung jawaban penggunaan Dana Desa ke dinas DPMD Halsel, sehingga menghambat proses Pencairan Dana Desa Papaceda yang di lakukan oleh Kepala Desa Baru, cetusnya. *(Nas)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments