oleh

Kadis PU Mandailing Natal Diduga Kuat Sikat Dana Konsultan

-Daerah-206 views

 

FAKTA PERS – MANDAILING NATAL.

Kata asal jadi memiliki konotasi yang negatif bila digabungkan dalam kalimat “proyek asal jadi” maka dapat diartikan bahwa ada sebuah paket anggaran yang membiayai pembangunan yang dikerjakan asal-asalan dan dikerjakan dengan proses cepat, karena desakan atau mencari untung lipat ganda.

Proses cepat dan terkesan terburu-buru selalu menghasilkan karya atau hasil yang tidak sempurna dan sangat terlihat tidak rapi serta menimbulkan nilai estetika yang tidak menarik dilihat dari pandangan mata manusia.

“Seperti halnya sesuai pantauan Fakta Pers, Jum’at (18/8), dimana proyek rehabilitas jaringan irigasi yang bersumber dari dana alokasi umum pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Mandailing Natal yang berada di wilayah Kecamatan Panyabungan Kota yang dikerjakan salah satu pihak rekanan dengan nilai kontrak Rp. 190.200.000.

Diduga pekerjaannya dilakukan dengan asal-asalan serta terkesan menghamburkan uang negara. Saat dimintai tanggapan Sekretaris DPD Pemuda Lira Mandailing Natal M Syawaluddin kepada FaktaPers, di Panyabungan, Jum’at (18/8) mengatakan sangat kecewa terhadap kinerja Kepala Dinas PU Madina.

Pemuda Lira juga beranggapan sudah terjadi modus dugaan korupsi mulai dana konsultan dan dana pengawas yang mencapai hampir miliyaran rupiah.

“Ini modus dugaan penggelapan (Korupsi) Kepala Dinas, saya menduga dana konsultan juga sudah diambil (sikat) sendiri oleh kepala dinas yang bersangkutan. sebab konsultan tidak mau memberikan gambar (poto) bangunan akar maupun batang,” ungkap Syawal.

Dari analisis tersebut, tampak modus tindakan koruptif dari berbagai pihak diasumsikan dari yang tersirat seperti adanya kesalahan dilakukan oleh pemilik proyek anggaran pembangunan.

“Adanya beban yang sangat dipaksakan mempengaruhi target penyelesaian pekerjaan yang sebelumnya diduga sudah terjadi pemotongan dana seperti dana pengawas.Jika Kepala Dinas memberikan hak para pengawas otomatis mereka akan pro aktif di bidangnya.

Begitu juga dana konsultan, jika benar dia undang konsultan saya yakin kostanya tidak akan memberikan bangunan di akar pohon,” kata Syawaluddin.

Sedangkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Mandailing Natal tidak dapat dihubungi untuk dimintai keterangan hingga berita ini dimuat.

(M Efendi)

Komentar

News Feed