Sabtu, Mei 8, 2021
BerandaKurang Koordinasi, Sejumlah Proyek Pembangunan di Weda Terkendala dengan Lahan Warga
Array

Kurang Koordinasi, Sejumlah Proyek Pembangunan di Weda Terkendala dengan Lahan Warga

FAKTA PERS – HALTENG.

Kabag Pemerintahan Pemkab Halteng, Rahmat Safradi Selasa, (29/08/17) di Pandopo Falcilco baru-baru ini kepada Fakta Pers mengaku sejauh ini pihak Balai PU tak pernah berkoordinasi dengan Pemkab Halteng soal lahan-lahan warga yang selalu menjadi kendala pada setiap proyek pembangunan infrastruktur jalan yang bersumber APBN 2017,” akunya.

“Mestinya, jauh sebelumnya hal ini di koordinasi dengan Pemda Halteng agar tidak menjadi kendala seperti yang di keluhkan Manajemen PT. Bella yakni Simon Tandean baru-baru ini di media cetak,” katanya.

Kabag mengakui bahwa sangat mendukung setiap proyek jalan yang bersumber APBN, hanya saja tidak di koordinasikan oleh pihak Balai PU dan kontraktor, pihaknya kata Kabag Pemerintahan, sebelumnya telah dua kali kami melayangkan surat edaran terkait dengan pembebasan lahan warga yang kena gusuran pelebaran jalan ke Pemerintah Kecamatan sebagai perpanjangan tangan Pemda Halteng. “Jadi intinya kurang miskomunikasi saja sehingga proyek jalan yang di anggarkan APBN 2017 selalu menjadi kendala dengan lahan warga dilapangan,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa jika kita duduk bersama dengan pihak-pihak terkait, maka saya yakin semua persoalan dilapangan bisa teratasi dengan mudah, hanya saja sampai saat ini pihak kontraktor dan Balai tak pernah berkoordinasi dengan Pemkab Halteng,” terangnya.

Ia juga menyatakan bahwa lahan di desa Yeke dan Kobe dan kobe Peplis menjadi prioritas nanti hanya saja pihak kontraktor dan Balai harus berkoordinasi dan soal laporan data lahan yang telah dibayarkan oleh kontraktor harus valid jangan sampai terjadi markap,” jelasnya.

Dikatakannya lagi bahwa lahan yang ditindak lanjuti oleh pemda itu sesuai surat edaran karena target Pemda hanya Weda dan Sagea, kalau untuk Patani belum karena terkendala dengan pembiayaan anggaran. Ia juga menghimbau kepada seluruh Camat dan Kepala Desa agar memberikan laporan terkait dengan lahan warga yang terkena gusuran pelebaran jalan yang sudah dialihkan status Nasional ini, jangan sampai penilaiannya Pemda Halteng tak mendukung program Pemerintah Pusat,” pintahnya.

Ia juga berharap agar pihak Balai dan pihak Kontraktor rajin – rajinlah berkoordinasi dengan Pemkab Halteng. Agar tidak menjadi kendala dilapangan. Untuk itu kata dia Balai dan pemda belum duduk sama-sama membahas persoalan lahan warga yang selalu menjadi kendala. Selain itu, dirinya juga berharap kepada Camat dan Kepala Desa agar berperan aktif karena pihak Camat dan Kepala Desa adalah perpanjangan tangannya Pemerintah Daerah. Untuk itu komunikasi dan koordinasi harus lebih di tingkatkan,” harapnya. (Ode)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments