Minggu, Mei 9, 2021
BerandaMasyarakat Desa Terisolir di Mandailing Natal Harapkan Akses Jalan Yang Baik
Array

Masyarakat Desa Terisolir di Mandailing Natal Harapkan Akses Jalan Yang Baik

FAKTA PERS – MANDAILING NATAL.

Warga yang berada di kaki gunung desa terisolir, tepatnya Desa Banjar Lancat, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Pasalnya, pada kenyataan saat ini mereka masih hidup dalam tingkat kesulitan, terutama akses jalan yang layak.

Lokasi kampung yang berada di timur Kota Panyabungan ini masih bisa dibilang di pengunungan. Sehingga membuat warga hidup dalam serba keterbatasan. Dan agar dapat menuju ke desa yang dihuni lebih kurang 50 kepala keluarga itu, terpaksa harus melalui jalan yang lumayan ekstrim. Sepanjang lebih kurang 7 kilometer dengan kultur tanah kuning dan licin serta melintasi beberapa desa.

Kepala Desa Banjar Lancat, Fahri Nasution saat disambangi Fakta Pers di kediamannya, Selasa(29/8)  mengatakan bahwa warganya sangat membutuhkan akses jalan yang baik.

“Pada umumnya warga yang ada di sini berprofesi sebagai petani, kalaupun ke kota tidak lain hanya untuk menjual hasil pertanian. Tapi karena beratnya medan jalan yang harus dilalui, mereka hanya bisa menjual sedikit demi sedikit hasil panen mereka, apalagi musim hujan,” ungkapnya dengan rasa sedih.

Ia menambahkan, “dengan sulitnya akses jalan seperti  ini , kita  menjual beras paling satu sak dengan isi 20 kilogram atau 50 liter (sebutan ukuran di daerah). Yang bisa kita angkut satu kali turun ke kota, itu hasilnya tidak seberapa dibanding biaya traportasi yang mencapai Rp. 30.000 dari Kota Panyabungan, kampung halaman kita ini.”

“Andainya saja akses jalan baik, meskipun hanya pengerasan jalan saja. Kemungkinan kami bisa lebih mudah ke kota untuk memperjualbelikan hasil panen lebih banyak, dan biaya tranportasi bakal lebih murah,” harapnya.

Menurutnya, “selain persoalan ekonomi, sulitnya akses menuju Kampung Bandar Lancat juga membuat pembangunan jadi lambat. Hanya sekolah dan bangunan Masjid, serta hanya beberapa rumah warga semi permanen di kampung ini, selebihnya bangun non permanen.”

“Untuk membangun rumah permanen saja warga akan berpikir “seribu kali” sebab untuk angkutan material bahan bangunan saja biayanya sama dengan harga barangnya,” ucapnya.

Kami berharap kepada pemerintah kabupaten khususnya Mandailing Natal supaya secepatnya membangun akses jalan kedesa kami (Banjar Lancat) dengan baik untuk mempermudah pembangunan,” tutup dia. (M Efendi)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments