Selasa, Mei 11, 2021
BerandaMenuju Swasembada Beras, Walikota Tidore Panen Perdana Padi Gogo di Akelamo
Array

Menuju Swasembada Beras, Walikota Tidore Panen Perdana Padi Gogo di Akelamo

FAKTA PERS – TIDORE KEPULAUAN.

Tidak lama lagi kota Tidore Kepulauan Provinsi Maluku Utara bakal mencapai swasembada beras sebagai bagian dari program Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen selaku Walikota dan Wakil Walikota kota Tidore Kepulauan. Hal itu dibuktikan dengan dilakukannya panen perdana padi Gogo Varietas Inpago Unsoed 1 dilahan seluas 2,2 Hektar dengan hasil produk 8,4 ton per hektarnya, pada Sabtu (19/08/17) di kelurahan Akelamo, Kecamatan Oba Tengah.

Panen raya padi gogo Varietas Inpago Unsoed 1 tersebut dilakukan secara simbolis oleh Walikota Tidore Kepulauan Capt. H. Ali Ibrahim, MH, bersama Ketua Tim-PKK Provinsi Maluku Utara, Hj. Faonia H. Djauhar Kasuba, Peneliti dan Pemulia Padi Gogo, Prof. Dr. Totok Agung, Kapolres Kota Tidore Kepulauan, AKBP. Azhari Juanda, pihak PT. Tidore Sejahtra Bersama, pengelola ex lahan Perusahan Nasional Perkebunan (PNP), dan dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Tidore Kepulauan, Pimpinan SKPD, Ketua Dharma Wanita Kota Tidore Kepulauan, Pimpinan Perguruan Tinggi, Akademisi, Pimpinan Instansi Vertikal, BUMN dan BUMD.

Sebelum memulai panen perdana padi Gogo, Walikota Tidor Ali Ibrahim dalam kesempatan itu mengatakan, Potensi  Pengembangan Tanaman Pangan Kota Tidore Kepulauan meliputi areal tanam seluas 3.323,1 hektar dengan jumlah kelompok tani sebanyak 168 kelompok yang  terdiri dari 4.914 anggota. Khusus komoditas Padi, tersebar di Kecamatan Oba Utara, Oba Tengah, Oba dan Oba Selatan.

Meskipun demikian, kata Walikota produktivitasnya masih rendah berkisar 2 ton per hektar, karena berhubungan dengan infrastruktur pengairan yang masih minim. Sistem pengairan irigasi semi teknis hanya berada di UPT Koli Kecamatan Oba dan tiga kecamatan lainnya dengan sistem Tadah Hujan. Untuk itu, kata Ali Ibrahim dengan melihat kondisi tersebut, maka dilakukan uji coba penanaman Pagi Gogo Varietas Inpago Unsoed 1 di kelurahan Akelamo.

Padi Gogo varietas Inpago Unsoed 1 merupakan varietas Padi Gogo Unggulan yang ditemukan oleh Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Sudirman (Unsoed) Purwokerto. Varietas ini telah mendapat  Hak Paten untuk tanaman disebut hak PVT (Hak Perlindungan Tanaman). Padi ini merupakan Padi Gogo Aromatik yang toleran terhadap kekeringan, tahan terhadap penyakit blass ras 133 dan agak tahan wereng. Varietas ini sangat sesuai ditanam pada musim sadon atau musim tanam II yaitu peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

Pada kesempatan itu juga, Ali Ibrahim berharap, bahwa kelak nanti Kota Tidore Kepulauan akan menjadi penyedia benih padi gogo di Maluku Utara. “Panen Perdana pada hari ini, merupakan wujud nyata realisasi visi dan misi Pemerintah Daerah, sekaligus pengembangan program emas hijau di Kota Tidore Kepulauan, menuju Kota Jasa Berbasis Agro-Marine,” jelas Walikota.

Sementara itu, Peneliti dan Pemulia Padi Gogo, Prof. Dr. Totok Agung menjelaskan, bahwa Ketahanan Pangan merupakan salah satu kunci ketahanan nasional. Oleh karena itu daerah yang ikut memperkuat ketahanan pangan berarti ikut mempertahankan ketahanan nasional.

Dikatakannya, kehadiran Padi Gogo yang tidak memerlukan perawatan khusus seperti persawahan sangat dimungkinkan untuk ikut menyumbang swasembada pangan di Indonesia karena dapat ditanam di lokasi mana saja seperti di ladang. Padi Gogo Varietas Inpago Unsud 1 menjadi pilihan karena mampu memiliki keunggulan tanam di ladang dan kualitas seperti padi sawah. (ss)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments