Jumat, Juli 30, 2021
BerandaPanitia Pilkades Sosowomo Terancam Di Polisikan Cakades
Array

Panitia Pilkades Sosowomo Terancam Di Polisikan Cakades

FAKTA PERS – HALMAHERA TENGAH.

Sepertinya kinerja Panitia Pilkades di desa Sosowomo Kecamatan Weda Selatan mendapat sorotan miring dari ratusan pendukung kandidat Calon Kades yang kalah yakni Markus Kasei terkait dengan penyaluran surat undangan kepada dua warga desa Sidanga Kecamatan Weda yang turut ikut mencoblos di desa Sosowomo Kecamatan Weda Selatan pada tanggal 24 Agustus 2017 kemarin.

Atas ketidak puasannya dengan sikap Panitia Pilkades setempat, Markus calon Kades ini dan puluhan pendukungnya Jumat kemarin langsung melaporkan hal tersebut beserta membawa barang bukti dua lembar undangan dua warga desa Sidanga yang ikut coblos di desa Sosowomo itu. Hal itu diungkapkan Markus Kasehi kepada Fakta Pers Sabtu, (26/8/17).

“Menurunnya sikap Panitia Pilkades ini patut di laporkan kepihak terkait karena diduga membuat curang, selain itu juga tim sukses cakades Ronni juga menyebarkan informasi bahwa pelantikan Bupati bukan Edi Langkara tapi Muttiara T Yasin yang bakal dilantik, dan ketika di telusuri disampaikan informasi itu di dapat dari kediaman Muttiara yakni Hotel di mana kediaman Muttiara T Yasin,” katanya.

“Jadi dua warga desa Sidanga ini yakni Orgen Rantua dan Febi Mandak ini sudah menjadi warga desa Sidanga, tapi pada hari itu mereka datang dan melakukan pencoblosan lagi di desa Sosowomo karena berdasarkan nama mereka masih terdaftar sebagai DPT di desa Sosowomo,” ujarnya.

“Selain itu, Panitia pilkades juga dinilai tidak sukses dalam menjalankan pesta demokrasi di tingkat desa ini. Buktinya, masih terdapat kerusakan surat suara sebanyak 116 lembar surat suara. Padahal, pada momen pilkada dan legislatif tidak sebanyak itu surat suara yang rusak,” kesalnya.

Dari 116 surat suara yang rusak itu, cakades terpilih sebanyak 64 lembar dan cakades yang gugur yakni Markus Kasehi sebanyak 52 lembar. Sementara Informasi yang di himpun Fakta Pers ini  dua warga Sidanga ini telah melakukan dua kali pencoblosan di dua desa

Undangan di gunakan Febi Mandak di deaa Sosowomo bernomor 117, sementara undangan Orgen Rantua bernomor 304.

Atas temuan yang dinilai bermasalah ini Markus Kasehi Cakades yang kalah ini enggan menandatangani berita acara pilkades desa Sosowomo. Ia juga mengaku bahwa Niklas Tutunang ketua tim pemenang Roni membeberkan isu di desa Sosowomo bahwa Ibu Muttiara T Yasin telah mengantongi SK Pelantikan karena yang akan dilantik Muttiara T Yasin. Untuk itu atas isu yang diduga memprofokasi itu, saya dan seluruh pendukung mendesak kepada Kapolres Halteng AKBP Yulianto Rombe Biantong SH agar memanggil ketua tim yang sengaja memprofokasi masyarakat dan menciptakan konflik ini,” pintanya.

“Demi jabatan Kades sebagian masyarakat Desa Sosowomo ditebarkan isu politik yang berujung pertikaian atau gejolak konflik karena sebagian masyarakat belum mengakui kemenangan hasil pilkada yang dimenangkan pasangam Elang Rahim,” pungkasnya. (Ode)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments