oleh

Pekerjaan Rabat Beton Desa Kidangbang Acak-Acakan

-Daerah-273 views

FAKTA PERS – MALANG.

Lagi-lagi, pekerjaan kontraktor berantakan. Ini terbukti, pekerjaan rabat beton yang panjangnya diperkirakan kurang lebih 200 meter yang terletak di Dusun Meduran, Desa Kidangbang, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Jawa Timur terlihat acak-acakan.

Dalam hal ini, pekerjaan Tahun Anggaran 2017 sebenarnya baru selesai satu dua hari yang lalu, namun demikian hasil pekerjaan itu sangat buruk dan ada indikasi pengurangan spesifikasi bahan. Terang saja, warga desa sekitar sangat tidak puas dan mencibir hasil pekerjaan kontraktor tersebut.

Kepala Desa Kidangbang Darman Tri Wahyudi mengatakan, awal dikerjakannya proyek rabat beton tersebut sebenarnya sudah menilai bahwa hasil rabat beton di wilayahnya tidak akan memuaskan hasilnya.

“Saat awal, Saya kunjungi proyek itu, Saya sudah menilai kalau hasil rabat beton itu keutuhannya tidak bakal tahan sampai satu tahun karena bahannya jelek,” kata dia, Selasa (01/08/2017) siang, saat ditemui di ruang kerjanya.

Menurut Darman, bahan rabat beton yang digunakan bukan pasir warna hitam, tetapi pasir kasar warna merah. Selain itu, saat mengaduk beton dalam mesin dicampur “ple as”, salah satu bahan di luar spesifikasi untuk mengurangi semen.

“Kalau pasir merah yang kasar itu harganya murah sekali antara 600 sampai 700 ribu satu rit, tetapi pasir warna hitam harganya jauh lebih mahal 1 juta lebih satu rit dan pasir warna merah itu sangat tidak cocok untuk rabat beton. Cocoknya kan pasir merah itu untuk pemasangan paving,” tandas dia.

Sebenarnya, kondisi ini, ditegaskan olehnya, sudah dikonsultasikan ke konsultan pengawas yang kebetulan saat itu berada di lokasi. Bahkan, konsultan itu sebenarnya juga sudah mengetahui bahan dasar rabat beton yang digunakan.

“Konsultan pengawas sudah mengetahui bahan yang digunakan untuk rabat beton itu, dan konsultan sudah melarangnya. Kontraktor sudah dihubungi tetapi nggak bisa, tapi yang jelas kontraktornya itu seorang perempuan, itu yang harus bertanggungjawab,” pungkas Darman.

Seperti yang telah diketahui, dari hasil investigasi faktapers.com di lapangan, pekerjaan rabat beton ini, menurut salah satu warga belum  selesai. Ironisnya, seharusnya pekerjaan ini dikerjakan berdasar batas pinggir yang terpasang patok kayu, namun yang dikerjakan tidak sesuai batas pinggir patok kayu.

(Putut)

Komentar

News Feed