oleh

Pengecoran Dua Unit Jembatan Milik MBP Tak Sesuai Prosedur dan Mengancam Keselamatan Pengguna Jalan

-Daerah-266 views

FAKTA PERS – HALMAHERA TENGAH.

Anggota Komisi II DPRD Halteng, Muchlis Ajaran baru-baru ini kepada Fakta Pers mengaku kesal dengan pekerjaaan jembatan di Desa Wairoro Indah yang lokasinya antara Desa Wairoro Indah dan Desa Kluting Jaya Kecamatan Weda Selatan, Kabupaten Halmahera Tengah.

Menurut Ulis nama sapaannya, pengecoran kedua jembatan dikabarkan warga dilakukan secara bertahap sehingga pembangunan jembatan tersebut terancam memakan korban kedepannya. Sebab, kata dia pengecoran jembatan seperti itu pasti mengalami kerusakan jika dilintasi alat berat nanti, apa lagi dumtruk torontong yang sering mobilasasi alat berat. ” Pasti patah sekali lewat karena pengecorannya dilakukan tidak sesuai prosedur pekerjaan,” katanya.

Ulis juga mengaku mendapat informasi dari masyarakat dan itu atas hasil pengakuan dari sejumlah pekerja kedua jembatan tersebut. Pengecoran lantai jembatan serta tiang pancangannya dilakukan secara bertahap sehingga akan mengakibatkan kerusakan fatal. Untuk itu, kami meminta kepada Direktur PT. Maluku Bangun Perkasa (MBP), Hengky Go agar meninjau kembali pekerjaan pengecoran jembatan tersebut karena menurut kami pekerjaan jembatan itu tidak bakalan lama akan patah karena pengecorannya tidak menyatuh akibat dilakukan secara bertahap.

“Jadi namanya pekerjaan pengecoran itu tidak bisa dihentikan, jika dihentikan kemudian dilanjutkan esok hari, maka otomatis jembatan itu tidak akan bertahan lama jika dilintasi dumptruk dan alat berat. Apa lagi torontong sedang mobilsasi alat berat, kami yakin seratus persen pasti patah jembatan tersebut,” tegasnya.

Dia juga meminta kepada Balai PU Provinsi agar meninjau pekerjaan itu serta melakukan pengawasan ketat terhadap pihak kontraktor, karena pekerjaan yang menguras anggaran dengan milyaran rupiah seperti ini harus benar-benar diawasi ketat sebab banyak pihak kontraktor yang mau untung besar sehingga membiarkan pekerjaan di lapangan. Apa lagi kata dia, ini pekerjaan jembatan itu sudah dilakukan oleh Subkon yakni saudara Amir,” terangnya.

Ia juga meminta agar pihak Balai PU memanggil pihak PT Maluku Bangun Perkasa untuk di mintai keterangan terkait dengan pengecoran jembatan tersebut, karena pekerjaan itupun sudah melewati kontrak kerjanya tetapi pekerjaan belum di selesaikan oleh pihak MBP,” pintahnya.

Terpisah sejumlah pekerja kedua jembatan tersebut kepada Fakta Per baru – baru ini telah mengakui bahwa pekerjaan pengecoran jembatan dilakukan secara bertahap sehingga Ia (pekerja) itu juga yakin bahwa jembatan yang dilakukannya bakalan tidak akan bertahan lama. Karena menurutnya mestinya pekerjaan pengecoran harus dilakukan sampai tuntas, bukan seperti ini,” (lanjut pada tiga hari kemudian),” kisahnya.

Amatan media ini, kondisi jembatan tersebut mengalami keretakan dan pihak subkon yakni Amir tidak membongkarnya malah di praf dengan semen isi saja dengan tujuan menutupi keretakan itu, akhirnya pengecoran jembatan tersebut mengalami kebuncitan kearah kolong jembatan.

Selain jembatan itu, ada juga satu unit jembatan yang di tangani perusahaan yang sama di wilayah Gane Timur tepat di desa Tabah Kecamatan Gane Timur yang di subkonkan pada saudara Bot juga mengalami pengecoran yang sama alias setengah-setengah.

Terpisah Direktur PT Maluku Bangun Perkasa, Hengky Go ketika di mintai keterangan terkait pekerjaan kedua jembatan tersebut hingga berita ini dirilis enggan memberikan tanggapan. Padahal awak media telah berusaha mendapatkan tanggapannya darinya sebagai perimbangan berita. (Ode)

Komentar

News Feed