Sabtu, Juli 31, 2021
BerandaWakil Rakyat dari PAN Sambangi Warga Miskin Penyakit Katarak
Array

Wakil Rakyat dari PAN Sambangi Warga Miskin Penyakit Katarak

FAKTA PERS – JAKARTA.

Anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal dari Partai Amanat Nasional (PAN) Sahbana Hasibuan menyambangi Amiruddin Lubis (67) warga miskin di Desa Huta Puli, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal.

“Ini merupakan sudah suatu kewajiban bagi saya, begitu juga dengan kita semua agar selalu peka kepada sesama ummat manusia, khususnya masyarakat yang ada di Mandailing Natal,” kata Sahbana melalui pesan elektronik kepada Fakta Pers di Jakarta, Senin (31/7).

Ia mengharapkan agar Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melalui Dinas Kesehatan, begitu juga Dinas Sosial segera menjemput Amiruddin Lubis (AL) untuk memberikan pengobatan dengan serius begitu juga dengan hal lainnya.

“Selain tinggal didalam gubuk tua berukuran kecil yang sangat memperihatinkan, Amiruddin juga menderita penyakit komplikasi terutama pada bagian mata juga tidak dapat melihat,” kata Sahbana.

Salah satu sumber yang tidak berkenan disebut namanya melalui sambungan telepon kepada Fakta Pers, Senin(31/7), menyampaikan bahwa AL mengalami depresi setelah istrinya meninggal dunia sekitar lebih kurang dua tahun yang lalu, AL tinggal dirumah saudaranya. Tanpa diketahui penyebabnya AL diusir oleh saudaranya tersebut.

“Karena tidak memiliki uang untuk menyewa rumah, AL hidup terlunta-lunta dan akhirnya menempati sebuah gubuk kecil. Dalam keterangannya ia (red AL) sudah beberapa kali diusir oleh pemilik gubuk tersebut,” lanjut sumber.

Usai dikunjungi anggota DPRD dari PAN Sahbana Hasibuan, AL bersedia meninggalkan gubuk yang selama ini ditempatinya dan saat ini AL sudah berada di rumah SN salah satu warga yang juga tidak jauh dari gubuk tersebut,” kata sumber.

Sementara Camat Siabu Edi Sahlan melalui sambungan telepon kepada Fakta Pers, Jakarta Selasa (1/8) membenarkan bahwa sejak Senin kemarin AL sudah berada dirumah SN.

Lanjutnya, AL baru hanya sekitar empat hari tinggal di rumah gubuk tersebut dan sebelumnya tinggal bersama dengan saudaranya di sekitar Desa Hutapuli juga.

Sebelumnya, AL juga sudah pernah mendapatkan penanganan pengobatan dari Puskesmas Siabu lebih kurang tiga kali. Sesuai informasi yang didapat AL menderita penyakit katarak dan hal ini juga sudah saya perbincangkan kepada Danramil Siabu, singkat cerita saat ini belum ada kegiatan operasi katarak,” ujar Edi dengan menirukan penjelasan dari Danramil Siabu.

“Maka dari itu hari ini saya akan berkordinasi dengan Dinas Sosial Mandailing Natal langkah apa yang akan diberikan kepada AL, apakah nantinya akan dikirim ke panti jompo dan lain sebagainya itu tergantung dari dinas sosial sendiri,” katanya.

Meskipun begitu selain Dinas Sosial hal ini juga akan saya kordinasikan kepada Dinas Kesehatan Mandailing Natal. Perlu untuk diketahui AL hidup sebatang kara setelah sang istri meninggal dunia bahkan AL juga tidak memiliki keturunan anak,” tutup Edi Sahlan.

“Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Desa Hutapuli Hanafi kepada Fakta Pers yang kebetulan saat itu berada bersama Camat Siabu menerangkan bahwa, AL secara administrasi adalah warga Desa Sihepeng usai meninggalnya sang istri AL tinggal bersama saudaranya di Desa Hutapuli, dan tidak ada saya terima keterangan surat pindah dari yang bersangkutan.

“Sepengetahuan informasi yang saya dapatkan AL sama sekali tidak pernah diusir oleh saudaranya, dan merasa heran kenapa AL bisa menempati Gubuk tersebut,” jelasnya.

Singkatnya, “sebagai Kepala Desa dan dari sisi sosial kemanusian saya bersama Camat juga telah koordinasi kepada Danramil bagaimana nantinya yang bersangkutan AL mendapatkan operasi katarak sesuai dengan salah satu program TNI yang ada sebelumnya.”

“Harapan saya selaku Kepala Desa tidak jauh beda dengan apa yang disampaikan Pak Camat, yakni selain penyakit yang diderita AL, kiranya baik melalui Dinas Sosial agar dapat memfasilitasi tempat tinggal AL baik di rumah jompo atau panti sosial dan lain sebagainya,” ungkapnya.

“Memang benar AL hidup sebatang kara dan sama sekali tidak memiliki keturunan. Yah..Mudah-mudahan AL lekas sembuh dari penyakit yang di deritanya begitu juga dengan tempat tinggalnya bagaimana yang terbaik untuk selanjutnya,” kata Kades Hutapuli Hanafi.

Namun sangat disayangkan, sebelum berita ini dimuat, pihak Pemkab Mandailing Natal sendiri baik melalui Dinas Sosial maupun Dinas Kesehatan tidak berhasil dihubungi oleh Fakta Pers untuk dimintai keterangan lebih lanjut.(AML/M Efendi)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments