oleh

Ahli Waris Gugat PTPN VIII, PN Purwakarta Gelar Sidang Pemeriksaan Setempat

-Daerah-244 views

FAKTA PERS – PURWAKARTA.

Pengadilan Negeri (PN) Purwakarta menggelar sidang dengan agenda pemeriksaan setempat di lahan sengketa antara pihak penggugat (ahli waris) dengan pihak tergugat (PTPN VIII Cikumpay) di desa Campaka, kecamatan Campaka, kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (5/9).

Lahan seluas 52 Hektar yang kini dikuasai oleh PTPN VIII Cikumpay selaku tergugat, digugat oleh Penggugat ahli waris dari Frits Laoh mantan menteri perhubungan era Presiden Sukarno yakni Susanna Loloan.

Kuasa Hukum Pihak Pengugat, Darmawan, SH mengakui memiliki cukup bukti kepemilikan lahan seluas 52 Ha yang kini dikuasi oleh PTPN VIII Cikumpay. “Kami memiliki cukup bukti, berupa surat girik kemudian juga saksi-saksi. Ini dulunya tanah milik adat, dibeli oleh Frits Laoh. Kemudian oleh Frits Laoh ditunjuklah Susanna sebagi ahli warisnya,” ujarnya.

Intinya, kata dia, pihaknya memiliki bukti-bukti dan sekarang sedang dibuktikan mengenai batas-batas lokasi. “saat ini sidang ditempat untuk menunjukkan batas-batas lokasi. Kebetulan disini juga, ada sebagian dari pemilik tanah yang memang tidak terbawa, ditengah-tengah ini ada makam. Satu hektar itu tidak dikuasi oleh pihak PTPN VIII,” jelas Darmawan.

Ditempat yang sama. Bagian Legal PTPN VIII Cikumpay, Helen Siagian mengungkapkan PTPN VIII memiliki cukup bukti menguasai lahan seluas 52 Ha ini. “Buktinya, Nasionalisasi aset dari jaman belanda. Perolehan tanah melalui nasionalisasi, Kita kan diberikan oleh Negara berdasarkan SK HGU, Kami mengelola sudah sejak tahun 1958. Sebenarnya ada beberapa yang mengklaim, ini yang ke empat. kita melandeni aja kalau ada yang mengklaim. Sengketa lahan ini sudah berperkara sejak september 2016 lalu,” terangnya.

Puluhan karyawan PTPN VIII Cikumpay tampak turut hadir dalam sidang pemeriksaan setempat sambil membawa spanduk berisi “Tolak Penggunaan Instrumen Hukum untuk Merampas Aset Negara dan Hancurkan Mafia Tanah, Selamatkan Aset Negara”. Terkait hal ini, menurut Helen ini merupakan aksi spontanitas para karyawan PTPN VIII. “Ini semua karyawan PTPN VIII, aksi ini merupakan solidaritas dan atas inisiatif karyawan sendiri. Karena para karyawan tersebut, merasa lahan pekerjaan mereka diganggu,” ungkapnya.

Saat ini, sambung dia, stasus HGU PTPN VIII masih dalam proses perpanjangan di Badan Pertanahan Nasional. “Masa berakhir masa HGU pada tahun 2012 lalu, saat ini masih dalam proses perpanjangan di BPN. Dimana Seluruhnya lahan yang dikelola oleh PTPN VIII Cikumpay di Purwakarta seluas 3.072 Ha,” jelas Helen.

Jadwal sidang berikutnya akan dilanjutkan pada 19 September 2017 yang akan datang, dengan agenda sidang kesimpulan. (rom)

Komentar

News Feed