Sabtu, Mei 8, 2021
BerandaAnggi Noviah: Saya Paling Anti Ikut Aksi Tanpa Bukti
Array

Anggi Noviah: Saya Paling Anti Ikut Aksi Tanpa Bukti

FAKTA PERS – INDRAMAYU.

Sebelum melakukan aksi demo dan berorasi untuk mendorong KPK usut tuntas kasus gratifikasi yang di terima oleh Bupati Indramayu Anna Sophanah, Anggi Noviah tidak pernah menyangka akan menjadi se viral ini di media sosial. Banyak yang pro namun tidak sedikit pula yang kontra terhadap aksinya bahkan sampai melakukan ancaman melalui sosial media. Namun ancaman yang datang nampaknya tidak membuat nyali seorang Anggi ciut untuk terus mendorong KPK mengusut tuntas kasus tersebut.

Lalu apa yang membuat nyali Anggi begitu besar untuk melakukan aksi ini? Tanya wartawan saat mewawancarai Anggi Noviah di salah satu cafe di Indramayu (17/09/2017). Menurutnya apa yang ia lakukan tidak melanggar Undang-Undang dan kasus ini memiliki bukti serta fakta yang kuat. “Rohadi sendiri ke kuasa hukumnya mau membuka bahwa memang pernah memberi gratifikasi mobil Pajero, katanya.

“saya sebenarnya paling anti ikut aksi tanpa bukti, kalau ini kan buktinya sudah ada, sebagai pemberinya sudah mengakui, ya sudah kita harus mendorong hukum itu. Sebagai masyarakat bukannya reaktif tapi harus mengontrol kekuasaan, bukan mengintervensi hukum juga karna saya gak punya kekuasaan untuk mengintervensi hukum.”jelasnya.

Rohadi sendiri, anggi menambahkan, melalui kuasa hukumnya Dudung Badrun SH,MH memang sudah mengakui keterlibatan Bupati Indramayu terkait gratifikasi saat pemberian izin pendirian Rumah Sakit Reysa yang berada di Desa Cikedung Lor, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Pengakuan tersebut sudah beredar di berbagai media cetak maupun elektronik.

Karna bukti dan fakta yang kuat itulah anggi berani mendorong KPK untuk segera memeriksa dan menjadikan Bupati Indramayu sebagai tersangka kasus penerimaan gratifikasi. “Saya berani melakukan aksi dan orasi karna ada fakta yang mendukung.” tegasnya. (Eka)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments