oleh

Astaga! Penjualan Kayu Olahan di Halteng Haramkan Pajak

-Daerah-203 views

FAKTA PERS – HALMAHERA TENGAH.

Kelima pangkalan kayu di Kabupaten Halmahera Tengah dikabarkan tak pernah membayar pajak karena setiap penjualan, kayu olahannya selalu mengelabui petugas dengan copian PSDHR dan dilakukan berulang-ulang. Padahal hal itu dilakukan untuk mengelabui petugas yang belum mengetahui bahwa setiap penjualan kayu, pengusaha harus mengantongi dokumen secara online yang saat ini telah diberlakukan oleh Pemerintah dan diberi nama Sistem Informasi Penatausahaan Hasil Hutan alias SIPUHH.

Namun sayangnya, tak ada perhatian sama sekali dari Dinas Kehutanan Pemprov Malut. Padahal, awalnya pihaknya meminta agar semua pengusaha kayu tidak mengambil kayu olahan dengan cara ilegal. Sementara pengambilan kayu olahan di Halteng secara kasat mata sudah bukan lagi ambil pada hutan hak tapi yang sering terjadi selama ini sikut sana sikut sini,” beber salah satu warga Kecamatan Weda kepada Fakta Pers Media Rabu, (27/09/2017).

Tidak hanya itu, justru oknum – oknum petugas kehutanan Pemprov Malut juga diduga bermain nakal di lapangan karena informasi yang saya dapat dari pengusaha petugas Dinas Kehutanan Pemprov Malut sering meminta bantuan kepada pengusaha kayu yang tidak memiliki dokumen SIPUHH uang puluhan juta dengan alasan menggelar kegiatan dinas,” ujar sumber yang enggan di identitasnya dipublikasi ini.

Secara terpisah salah satu staf Dinas Kehutanan Pemprov Malut Ronal nama sapaannya ketika dikonfirmasi baru-baru ini terkait dengan dokumen sejumlah pengusaha kayu di Halteng malah ia meminta agar awak media menanyakan ke setiap pangkalan kayu. Padahal, yang lebih detailnya Dinas Kehutanan sendiri yang memberikan penjelasan, sebab sering pengusaha kayu tidak mau memberikan penjelasan ketika dikonfirmasi soal izin mereka.

(Ode)

Komentar

News Feed