Minggu, Juli 25, 2021
BerandaBerkunjung ke Klaten, Walikota Tidore Lihat Proses Pembuatan Bihun dari Sagu
Array

Berkunjung ke Klaten, Walikota Tidore Lihat Proses Pembuatan Bihun dari Sagu

Walikota Capt. Ali Ibrahim menerima penjelasan dari Pelaku Industri Bihun, Sugimin tentang proses pengolahan Sagu menjadi Bihun

FAKTA PERS – KOTA TIDORE KEPULAUAN.

Potensi sagu di Kota Tidore Kepulauan sangat besar dan sampai saat ini belum diolah serta dimanfaatkan secara maksimal. Bahkan saat ini hanya digunakan terbatas untuk konsumsi sehari-hari saja.

Padahal kalau masyarakat lebih kreatif, sagu bisa diolah menjadi sumber pangan lebih variatif dengan nilai yang sangat tinggi, baik nilai komoditasnya maupun nilai gizinya. Demikian disampaikan Walikota Tidore Kepulauan, Capt. H. Ali Ibrahim dalam kunjungannya ke sentra pengolahan Bihun yang berlokasi di Dusun Ngaglik, Desa Manjung, Kecamatan Ngawen Kabupaten Klaten, Kamis (7/9) pekan lalu.

Dalam kunjungannya ini, Capt. Ali Ibrahim meninjau langsung bagaimana proses pembuatan bihun yang dikelola secara industri rumahan ini dibuat, mulai dari bahan sagu mentah sampai pemasakan, pengeringan dan pengemasan.  Industri rumahan ini mampu mempekerjakan warga sekitar untuk menjadi tenaga kerja yang kemudian dipandang sebagai potensi menambah lapangan pekerjaan.

Dalam kunjungan yang didampingi Kadis Pertanian Kota Tidore Kepulauan, Imran Jasin, Walikota Capt. H. Ali Ibrahim diterima pemilik pabrik pengolahan Bihun, Sugimin.

Sugimin menjelaskan bahwa di pabriknya ini Bihun diproduksi dan dipasarkan sebulan tiga kali. Dalam sekali memasarkan ia mampu membawa sebanyak 16 ton Bihun. Berarti dalam sebulan Sugimin mampu memasarkan 48 ton Bihun yang seluruhnya dipasarkan di Kediri dan Surabaya.

Untuk bahan bakunya, sementara ini Sugimin mendatangkan Sagu dari Provinsi Riau, tetapi sagu masih dalam bentuk gelondongan pohon dan masih memerlukan pengolahan lanjutan sampai sagu benar-benar dapat diolah menjadi Bihun.
Melihat potensi ketersediaan bahan baku di Kota Tidore Kepulauan yang masih cukup besar, Ali Ibrahim meminta Kadis Pertanian untuk mengkaji kemampuan Kota Tidore dalam menyediakan kebutuhan sagu bagi industri Bihun ini. Apalagi di Tidore ada dua jenis sagu yang nilai dan kualitasnya baik yaitu pohon Sagu Seho dan Sagu Tumang.

“Kalau bisa sagu yang dikirim dari Tidore jangan dalam bentuk gelondongan tetapi sagu yang sudah diproses dan siap diolah menjadi Bihun, sehingga nilai jualnya semakin tinggi”. Kata Ali Ibrahim.

Dengan sagu yang siap olah tentunya pelaku industri akan lebih tertarik membeli sagu Tidore walaupun harganya tinggi karena sudah siap olah dan serta tidak memerlukan waktu lama dan lebih efisiensi tenaga.

Apalagi kedepannya setelah mampu memproduksi sagu, masyarakat Tidore juga diharapkan mampu mengolah sendiri sagu menjadi sumber pangan Variatif yang bernilai lebih tinggi.

Kadis Pertanian yang berkesempatan menyerahkan sampel sagu sebanyak 40 kilogram kepada pemilik pabrik mengatakan bahwa untuk sagu yang di Tidore sebagian besar sudah sangat bersih dan siap diolah untuk dikonsumsi. Jadi pemilik Pabrik tidak perlu khawatir soal kualitas sagu yang ada di Tidore.

Dalam kunjungan ini Walikota berjanji akan melakukan kajian lebih lanjut bersama instansi teknis untuk mempersiapkan pengolahan, pemanfaatan dan pemasaran sagu.

(ss/hms)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments