Sabtu, Mei 8, 2021
BerandaBPJS Kesehatan Sibuhuan Bayarkan Klaim Tagihan Tepat Waktu, Namun Honor Jasa RSUD...
Array

BPJS Kesehatan Sibuhuan Bayarkan Klaim Tagihan Tepat Waktu, Namun Honor Jasa RSUD Sibuhuan Masih Nyangkut

Kepala BPJS Kesehatan kantor Sibuhuan, Annisa Rahmi.

FAKTA PERS – PADANG LAWAS.

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kantor Sibuhuan menjamin pembayaran klaim tagihan dari RSUD Sibuhuan yang bekerjasama dengan BPJS secara rutin dan tepat waktu.

Hal ini dikatakan Annisa Rahmi, Kepala BPJS Kesehatan Kator Sibuhuan pada Jum’at (15/9/17) saat dikonfirmasi faktapers.com di ruangan kerjanya.

Kepada faktapers.com Annisa menjelaskan proses verifikasi klaim tagihan selama 15 hari, terhitung setelah tagihan tersebut masuk ke BPJS Kesehatan Kantor Sibuhuan dan apa bila terlambat maka BPJS kena denda sebesar 1% perhari.

“Seandainya telat membayar tagihan klaim, BPJS Kesehatan akan terkena denda, sebesar 1% perhari dan umtuk menjaga kredibilitas BPJS Kesehatan, mudah-mudahan sampai ini detik kita belum ada kena denda keterlambatan membayar,” katanya.

Annisa mengaku bahwa kleim terahir yang di ajukan RSUD Sibuhuan di bulan Juli dan di bayarkan BPJS Sibuhuan di bulan Agustus sebesar Rp. 800 juta.

“Jadi kleim untuk juni itu di ajukan di bulan Juli dan kita bayarkan di Agustus tepatnya tanggal 21 melalui Kasda (Kas Daerah) dan ditujukan ke rekening Dinkes (Dinas Kesehatan) Padang Lawas sebesar Rp.800 juta,” terangnya.

Kepala BPJS Sibuhuan juga mengaku belum merima pengajuan kleim bulan Juli, “Sedangkan untuk bulan Juli kita belum memerima pengajuan kleim dari RSUD, jadi kalau belum di ajukan, bagaimana kita membayarkan”.

BPJS Kesehatan kantor Sibuhuan bayar kleim tagihan tepat waktu, namun pembayaran jasa petugas medis RSUD Sibuhuan masih nyangkut, ternyata ini penyebabnya.

Menurut Sahat Gemayel Lubis, (FKP4KBK) Ketua Forum Komunikasi Pusat Peduli Pemerhati Pendidikan Kesehatan seni Budaya Keagamaan TABAGSEL, masalahan tertundanya pembayaran jasa petugas RSUD atas kleim BPJS diduga karna adanya ketidak cocokan antara pihak RSUD dengan BPJS, atas prefikasi yang mana BPJS melakukan prefikasi sebanyak 2 Kali.

“BPJS melakukan verifikasi sebanyak dua kali yakni verifikasi di RSUD dan verifikasi BPJS. Ini mengakibatkan kleim yang di ajukan RSUD tidak sesuai atau berkurang.

Sahat mencontohkan, “Misalnya RSUD mengajukan kleim sebanyak 20 juta dan sudah di verifikasi oleh petugas BPJS yang ada di RSUD, kemudian kleim tersebut di verifikasi lagi di kantor BPJS, hasil vrrifikasi yang di lakukan kantor BPJS, hanya mau membayarkan sebesar 15 juta, tentunya hal ini menyebabkan kerugian bagi RSUD dan kurang menyetujui hasil verifikasi yang dilakukan BPJS, sehingga timbul kesan pihak RSUD malas melakukan kleim,”

Ketidak cocokan tersebut dinilainya merugikan banyak orang, sehingga diharapkan pihak BPJS dan RSUD duduk bersama dan membicarakan masalah ini secara kepala dingin, kalau hal ini dibiarkan berlarut-larut tentu akan merusak nama baik Bupati Palas ungkapnya. (R9)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments