Sabtu, Juli 31, 2021
BerandaBPJS Sibuhuan "Bermasalah", Honor Petugas RSUD "Nyangkut"
Array

BPJS Sibuhuan “Bermasalah”, Honor Petugas RSUD “Nyangkut”

FAKTA PERS – PADANG LAWAS.

Sebanyak 502 jumlah keseluruhan Petugas RSUD Sibuhuan 96 berstatus PNS, sedang sisanya TKS belum menerima honor ataupun jasa dari BPJS Kesehatan terhitung mulai bulai Mei 2017.

Husna Sari Rangkuti yang mengaku Bendahara Pembantu Dinas Kesehatan yang bertugas sebagai bendahara RSUD Sibuhuan saat dikonfirmasi mengenai informasi tersebut mengaku bahwa honor BPJS Kesehatan belum diterima petugas di RSUD Sibuhuan.

“Yang kita terima sampai saat ini masih untuk periode April, bahkan untuk bulan Juli berkasnya masih disini, pencairan sifat nya melalui klaim, jadi kita melayani dahulu, dan juga kita pencairan menunggu Kadis Kesehatan, yang jelas kita sudah mendesak untuk segera dibayarkan ke petugas yang ada di sini,” ungkapnya.

Bendahara Umum Daerah Padang Lawas Fazar saat ditemui di ruangannya menjelaskan, bahwa pihaknya baru dua kali mencairkan honor BPJS untuk RSUD yakni Rp. 1,2 M untuk periode Januari – Februari dan priode Maret – April dengan nominal yang serupa, sedangkan untuk periode Mei – Juni pihaknya belum menerima SPM dari RSUD ataupun Dinas Kesehatan Padang Lawas.

Sementara Annisah, Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Padang Lawas yang beralamat di Jalan KH Dewantara Sibuhuan tidak bersedia ditemui di kantornya meski faktapers.com sudah menunggu lama.

Pihak BPJS yang mengaku, staf bermarga Tarigan di kantor tersebut mengatakan, “BPJS secara rutin membayarkan klaim BPJS DPPKAD Palas, hal tersebut atas informasi dari Kantor Cabang Sidimpuan karena mereka yang membayarkan secara rutin”

Tambahnya, “sedangkan mengenai nominal yang sudah dibayarkan ke BPPKAD Padang Lawas kami tidak tahu dan tidak memiliki wewenang memberitahukan berapa nominal yang dibayarkan, karena di sini hanyalah kantor layanan operasional BPJS sedangkan yang membayarkan kantor cabang Sidimpuan,” terangnya.

Sementara Direktur RSUD Sibuhuan, Elni Rubianti tidak berhasil ditemui di ruangannya, menurut salah satu staf yang tidak lain merupakan ajudan direktur RSUD sedang mengikuti kegiatan di kantor Sekdakab Palas, tetapi melalui pesan singkat (SMS) Direktur mengungkapkan, “untuk bulan 7 – 8 memang dana belum kucur, dana apa yang mau dicairkan?”

“Untuk bulan 5 – 6 baru turun dana dan sedang proses, sedangkan Kadis Kesehatan sedang naik haji, kami sekarang di bawah naungan Dinkes Palas, silahkan cek ke yang bersangkutan kalau merasa kirim rutin dan beberapa lama, kan ada bukti mereka, BUD juga mengatakan sampai April kan ? Jadi penjelasan di bidang kami sudah jelas dan yang bukan kewenangan kami silahkan ke yang bersangkutan saja,” ungkapnya kepada faktapers.com melalui SMS.

Sahat Gemail Lubis, Ketua Forum Komunikasi Pusat Peduli Pemerhati Pendidikan Kesehatan Seni Budaya Keagamaan (FKP4KBK) Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) mengungkapkan, Pihak BPJS Palas seharusnya transparan dan terbuka terkait berapa nominal pembayaran atas klaim BPJS ke Kas Daerah (KASDA) Palas, mengingat informasi yang kami terima petugas di RSUD belum menerima atau mendapatkan honor BPJS sejak bulan Mei 2017.

RSUD yang saat ini sudah di bawah naungan Dinkes Palas tidak mungkin mengajukan SPM honor BPJS ke BUD Palas sedangkan BPJS Palas kuat dugaan dikarenakan belum membayarkan atau menyetorkan ke Pemda Palas ataupun Kasda.

“Saya khawatir hal ini akan berbagi imbas terhadap pelayanan, bagaimana pegawai RSUD Sibuhuan melayani sepenuh hati sementara honor ataupun jasa terhadap klem BPJS sudah telat 4 bulan, khususnya bagi pasien BPJS,” ungkapnya. @Robert N (R9)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments