oleh

Diduga Dokumen SIPUHH Diperjualbelikan, Dishut Diminta Cabut Izin UD Anugrah

-Daerah-262 views

FAKTA PERS – HALMAHERA TENGAH.

Pengakuan salah satu pengusaha kayu olahan di Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, Isnadi Sunu kepada Fakta Pers kemarin mengaku telah membayar dokumen SIPUHH milik Hutson Hasan alias Ucon dengan harga yang besar demi menyelamatkan 8 kubik kayu miliknya untuk dijual keluar daerah baru-baru ini.

Isnadi mengatakan, Hutson Hasan pemilik UD Anugrah yang letaknya di Desa Sumber Sari ini menghubunginya berulangkali, sampai pukul 5.00 subuh sehingga kami berdua ngobrol sampai pagi ketika kayu malam itu telah diloloskan ke Ternate,” jelasnya.

Ia menyebut usahanya ilegal dalam pengurusan dokumen sehingga untuk melegalkan 8 kubik kayunya (Isnadi Sunu) Hutson Hasan mengeluarkan SIPUHH kemudian dijual kepada saudara Isnadi Sunu dengan harga yang besar. Untuk itu kata dia, ini merupakan pungutan liar yang sengaja dimanfaatkan Hutson Hasan alias Ucon,” bebernya.

Atas sikap pemilik UD Anugrah Hutson Hasan ini M. Yasin Nawawi dari Forum Anti Korupsi (FORMAK) Halteng mendesak kepada Dinas Kehutanan Pemprov Malut agar mencabut izin UD Anugrah karena dinilai telah menyalahgunakan izin SIPUHH nya untuk memperkaya diri,” tegasnya.

Selain itu juga, pemilik Izin Industri UD Anugrah yakni Hutson Hasan juga dikabarkan mengambil kayu di sana sini yang bukan pada hasil dokumennya. Untuk itu sekali lagi kami meminta kepada Dinas Kehutanan Pemprov Malut agar mencabut izin industri UD Anugrah yang telah melakukan pelanggaran hukum dan kewenangan dokumen yang diberikan kepada usahanya itu,” pintanya.

Dari nilai pungutan yang menjadi imbalan jasa pengurusan kayu 8 kubik milik Isnadi ini tidak disebutkan ketika ditanya awak media, tetapi sesuai bocoran informasi dari Hutson Hasan sendiri katanya sebesar 5 juta rupiah. (Ode)

Komentar

News Feed