Minggu, Mei 9, 2021
BerandaDiduga Lecehkan Wartawan, Kepala Inspektorat Terancam Dipolisikan
Array

Diduga Lecehkan Wartawan, Kepala Inspektorat Terancam Dipolisikan

FAKTA PERS – SAROLANGUN.

Kepala Inspektorat Sarolangun, Emalia Sari, kembali menuai badai. Betapa tidak, Ema dituding telah melakukan pelecehan profesi wartawan, lantaran mengumbar kata-kata yang tak sepentasnya keluar dari mulut terhadap salah satu wartawan Harian Radar Sarko, Jambi Independen (Jawa Pos Group), AR (25).

Informasi yang dihimpun, pelecehan sekaligus perbuatan tidak menyenangkan itu berawal saat AR meliput aksi demonstrasi LSM Forpera di kantor Bupati Sarolangun, Rabu (27/9). Usai peliputan, seperti biasa, wartawan lansung menulis hasil liputan dan dikirim ke redaksi untuk diterbitkan.

Namun setelah berita itu diterbitkan, ternyata ada salah satu pejabat dikabupaten Sarolangun yang merasa tidak senang dengan pemberitaan tersebut hingga mengeluarkan bahasa yang dirasa melecehkan dirinya, khususnya mengores profesi wartawan.

AR dibincangi harian ini mengatakan, jika dirinya cukup terkejut setelah mendapat SMS dari Kepala Inspektorat Kabupaten Sarolangun, Emalia Sari. Pasalnya, Ia sama sekali tidak menduga kalau oknum pejabat tersebut mengeluarkan bahasa sebuah pelecehan

“Saya juga terkejut, tiba-tiba SMS masuk dari Kepala Inspektorat Sarolangun, Emalia Sari. Setelah saya baca, ternyata isinnya sangat tidak enak dibaca,” ungkap AR, penuh kekecewaan.

Lalu bahasa apa yang ditulis Ema? Dikutif dari ponsel AR, secara umum bahasa Ema intinya menyudutkan AR. “Bgs nian berita kamu hr ni (AR) yg terhormat. Mksh atas kritikannyo. Kl blh sy tau apo nian mksd kamu ke sayo sampe bertubi2 nian bikin berita ttng inspektorat. Cr duit yg halal bae. Ingat doso diakhirat kgk yo,” tulis Ema via sms dengan nomor ponsel 08127826XXX, Kamis (28/9) atau sekira pukul 15.22 wib.

Menurut AR, alasan Emalia Sari mengirim SMS tersebut belum Ia ketahui secara pasti, karena pemberitaan yang dimaksud adalah hasil dari liputan masyarakat menggelar aksi dan menyoroti kinerja Inpektorat Sarolangun.

“Saya juga bingung kenapa dia (Emalia Sari. red) mengirim sms seperti itu. Padahal saya bekerja memang sesuai profesi saya, menyampaikan melalui tulisan saya, dan itu benar faktanya kalau pemberitaan saya adalah hasil dari orasi para pendemo di kantor Bupati kemarin,” ujar AR.

Saat ditanya apa langkah selanjutnya, terkait dugaan pelecehan profesi ini, Ia menjawab akan melanjutkan permasalahan tersebut ke ranah hukum, karena ungkapan Emalia Sari dianggap sangat mengores hatinya dan profesinya sebagai wartawan.

“Jujur bae aku tidak senang. Memangnya wartawan ini mencari duit yang haram, saya ini digaji kalau saya buat berita, karena memang itu aturan profesi saya, kalau tidak ada berita bukan wartawan namanya. Dan yang jelas, tidak menutup kungkinan persoalan ini akan saya laporkan ke Polres Sarolangun,” tegas AR.

Sementara Kepala Inspektorat Sarolangun, Emalia Sari, dikonfirmasi terkait dugaaan pelecehan profesi wartawan, menampik jika hal tersebut tidak benar. “Tidak benar itu,” sangkalnya singkat.

(sanu bullda)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments