Sabtu, Juli 31, 2021
BerandaDiduga Pengadaan Photo Presiden Dipungut Biaya, PASADA Madina: Tangkap Oknum Kepala Sekolah SDN...
Array

Diduga Pengadaan Photo Presiden Dipungut Biaya, PASADA Madina: Tangkap Oknum Kepala Sekolah SDN 329 Suka Damai

FAKTA PERS-MANDAILING NATAL

Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN 329) Suka Damai, Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal diduga telah melakukan praktek Pungutan liar (Pungli).

“Terkait dengan masalah pungli dalam dunia pendidikan. Kita meminta Polres Madina khususnya tim saber pungli agar menangkap dan menindak oknum Kepala SDN 329 Suka Damai, Sinunukan, yang diduga telah melakukan praktek pungli,” kata Ketua Perhimpunan Mahasiswa dan Pemuda Mandailing Natal (Pasada Madina), Rahmad Arbaal di Panyabungan, Minggu (3/9).

Menurutnya, dalam menanggapi hal tersebut sudah sepantasnya aparat penegak baik tim saber pungli melakukan penyelidikan. Bila mana dugaan pungli itu memang benar terjadi maka sudah semestinya oknum tersebut diproses secara hukum.

“Semua masyarakat sudah tahu bahwa saat ini kegiatan pungli terlebih dalam dunia pendidikan sangat dilarang, kasian dong! para orang tua murid yang terpaksa menuruti hal seperti itu demi pendidikan anaknya,” tutup Rahmad.

Sebagaimana diketahui bahwa Presiden Joko Widodo, telah mengintruksikan bahwa setiap oknum yang melakukan “pungli” agar ditindak secara tegas.

Sebelumnya diberitakan salah satu sumber orang tua murid yang tidak mau disebutkan namanya, menyampaikan bahwa Kepala Sekolah SDN 329 Suka Damai, Sinunukan diduga telah melakukan pungutan liar.

Lanjut sumber, diduga oknum pihak sekolah tersebut meminta sejumlah uang kepada setiap murid Rp100 ribu, untuk pembangunan toilet dan taman sekolah.

“Selain itu yang bersangkutan juga diduga telah memungut pembayaran pembelian photo Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia,  sebesar Rp1000 kepada setiap murid,” katanya.

Untuk diketahui sebelum berita ini di publikasikan, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal begitu juga Kepala Sekolah SDN 329 tidak dapat dihubungi untuk dimintai keterangan. (M Efendi)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments