oleh

Dikonfirmasi Soal Ijazah, Hernimus Menghindar Awak Media

-Daerah-285 views

  

FAKTA PERS – HALMAHERA TENGAH.

Kapolsek Kota Weda Kecamatan Weda Kabupaten Halmahera Tengah, AKP Kader Kiye kepada Fakta Pers mengaku pihaknya telah meneliti ijazah Kepala Desa terpilih Desa Sidanga Kecamatan Weda yang dilaporkan masyarakat setempat.

Ia juga mengaku kesal dengan sikap Kabid Dikdas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Halteng, Junaidi Gailea yang melakukan berita acar klarifikasi Ijazah SD milik Hernimus Kumai kepala desa terpilih desa Sidanga dimana Kabid berdasarkan pemeriksaan satu orang saksi yang diketahui bernama Ardianus Burnama warga Desa Sawai Itepo atau dikenal dengan Desa Peplis,” katanya.

Kapolsek mengatakan, “Ijazah Kepala Desa terpilih Desa Sidanga ini dinilai rancu keabsahannya bagaimana bisa Kabid Dikdas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Halteng, Junaidi Gailea membuat berita acara klarifikasi dan menyatakan yang bersangkutan yakni Hernimus Kumai telah benar menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar berdasarkan pemeriksaan satu orang saksi. Padahal, untuk menguatkan sesuatu laporan masyarakat bukankah meminta minimalnya dua orang saksi atau lebih,” ujarnya.

Berita acara Kabid Dikdas Pemkab Halteng dengan Nomor : 01/175/2017  atas pemeriksaan satu orang saksi yakni Ardianus Burnama yang menyatakan Hernimus Kumai benar-benar tamat Sekolah Dasar Inpres Peplis pada tahun 1988.

Padahal, awalnya ketika laporan masyarakat masuk di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sekretaris Ir. Maman Abdurachman telah melayangkan surat keterangan pada tanggal 7 Maret 2017 yang menyatakan bahwa kopian ijazah SD nya Kepala Desa terpilih Desa Sidanga Hernimus Kumai yang dilaporkan anggota panitia pilkades maka setelah di kaji dan diteliti oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ternyata benar kopian ijazah SD milik Hernimus Kumai tidak sah atau palsu, karena terdapat keganjalan serta sangat diragukan keabsahan dikarenakan blangko yang dimilikinya tidak sama dengan blangko ijazah pada kelulusan tahun 1988 yang berlaku di Provinsi Maluku Utara.

“Nomor seri ijazah kelihatan berbeda 003 dan 01, tidak ada nomor blangko ijazah yang bersangkutan (di bawa kolom ijazah bersangkutan). Terdapat tidak sesuain kode wilayah yang tertera di ijazah, ijazah tidak memiliki logo burung garuda, daftar mata pelajaran yang ada di ijazah kurang dua mata pelajaran dari sebelas mata pelajaran, selain itu format ijazah berbedah dengan ijazah yang di terbitkan untuk siswa yang lain pada kelulusan tahun 1988,” ungkapnya.

Terpisak Kepala tepilih Desa Sidanga Hernimus Kumai ketika di temui di rumahnya menghindari awak media. Padahal, tujuan awak media meminta tanggapan terkait dengan laporan masyarakat dan panitia pilkades desa setempat. Atas sikapnya, dinilai telah memberikan memberikan jawaban bahwa benar ijazah yang bersangkutan bermasalah sehingga menghindar ketika ditemui untuk dimintai keterangan. (Ode)

Komentar

News Feed