Sabtu, Juli 31, 2021
BerandaDisdik Kabupaten Bogor Diminta Awasi Pembangunan SDN 07 Cipayung
Array

Disdik Kabupaten Bogor Diminta Awasi Pembangunan SDN 07 Cipayung

Fakta Pers – Bogor.

Pembangunan gedung bertingkat harus dipikirkan secara matang karena menyangkut dana dengan jumlah yang sangat banyak. Berbagai hal juga harus ditinjau yang meliputi beberapa kriteria, seperti: Strength, Stiffness, Serviceability.

Konsep perancangan konstruksi didasarkan pada analisis kekuatan batas (ultimate – strength) yang mempunyai daktilitass yang cukup untuk menyerap energy gempa sesuai peraturan yang berlaku. Harus diperhatikan juga berbagai macam kombinasi pembebanan yang meliputi beban mati, beban hidup, beban angin dan beban gempa dihitung dengan pemodelan struktur.

Namun seolah berbeda dengan pembangunan SDN 07 Cipayung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, sebab diduga material yang  digunakan tidak sesuai dengan standart konstruksi. Dana pembangunan SDN 07 Cipayung bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2017 dan dikerjakan oleh Panitia Pembangunan Sekolah (P2S) dengan nilai kontrak Rp. 1.090.332.400.

Saat wartawan mengkonfirmasi mengenai penggunaan material yang diduga tidak sesuai Spesifikasi teknis dan Rencana anggaran biaya (RAB) kepada seseorang yang mengaku pelaksana proyek, beliau langsung menjauh meninggalkan wartawan dan terlihat menghubungi seseorang, sehingga wawancara tidak berlanjut dan menimbulkan sejumlah pertanyaan.

Rahmatullah, selaku Aktifis Padjajaran Corruption Watch menyampaikan harapannya agar proyek tersebut sesuai dengan perencanaan, “pelaksanaan proyek harus berpatokan kepada Rencana anggaran biaya (RAB) dan Spesifikasi teknis sehingga konstruksi gedung nyaman untuk dipergunakan,” ujarnya.

Dia juga menuturkan agar Dinas Pendidikan Kab. Bogor melakukan pengawasan, “Disdik Kab. Bogor harus melakukan pendampingan terhadap P2S sekaligus melakukan pengawasan terhadap pembangunan 6 ruang kelas baru bertingkat tersebut sehingga dana yang dikucurkan oleh Pemerintah Pusat itu tidak diselewengkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab” ujar mantan ketua Forum Mahasiswa Bogor (FMB) tersebut.

Hal senada dikatakan oleh Iman Sukarya, melalui WhatsApp, “jangan coba-coba mengurangi volume sebab kondisi tanahnya labil,” katanya. Iman juga menambahkan, “harus sesuai RAB dan harus transparan, jangan hanya menjadi proyek asal jadi maka perlu diusut, soalnya bicara pendidikan harus jelaslah,” kata Aktifis yang berdomisili di Puncak Bogor tersebut. (lu)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments