Minggu, Juli 25, 2021
BerandaGempa di Halbar Tercatat Hingga 766 kali, Satu Warga Luka Terkena Runtuhan...
Array

Gempa di Halbar Tercatat Hingga 766 kali, Satu Warga Luka Terkena Runtuhan Bangunan

FAKTA PERS – HALMAHERA BARAT.

Peningkatan aktivitas gempa bumi di Jailolo, Halmahera Barat terus meningkat. Bahkan, hingga pukul 02.15 WIT, dini hari tadi (Jumat, 29/09/17) telah tercatat 766 gempa. Aktivitas gempa sendiri menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stageof Ternate pada laman Facebook yang dihimpun Fakta Pers, Jumat (29/09/17) menjelaskan, bahwa, aktivitas gempabumi yang terus berlangsung di Jailolo Halmahera Barat dan sekitarnya tersebut terjadi sejak 27 September 2017 pukul 22:09:02 WIT dan hingga pemutakhiran data yang dibuat pada Jumat 29 September 2017 pukul 02.15 WIT telah tercatat sebanyak 766 kali kejadian gempa berkedalaman dangkal dalam berbagai variasi magnitudo, dan 41 diantaranya merupakan gempa terasa signifikan.

Dijelaskan juga bahwa, guncangan gempa dirasakan hingga mencapai skala V MMI, yang terkuat yaitu gempa M 4.9 SR terjadi pada pukul 02:00:58 WIT berkedalaman dangkal dengan pusat gempa di 0.96 LU, 127.55 BT atau tepatnya pada jarak 15 KM arah Tenggara Jailolo.

“Jika kita mengamati perkembangan aktivitas seismik yang sedang berlangsung di Jailolo Halmahera Barat, maka aktivitas ini memiliki kemiripan dengan gempabumi swarm yang terjadi di Jailolo di akhir tahun 2015. Gempa bumi Swarm dicirikan dengan serangkaian aktivitas gempabumi bermagnitudo kecil dengan frekuensi kejadian yang sangat tinggi dan berlangsung dalam waktu yang lama di suatu kawasan yang sangat lokal, tanpa adanya gempabumi kuat sebagai gempabumi utama,” jelas Kepala Stasiun Geofisika Ternate.

Kustoro Hariyatmoko, S.SI melaluli postingan Facebook resmi milik Bmkg Stageof Ternate, Jumat (29/09/17). Ia juga mengatakan gempabumi di Halbar yang juga dirasakan di beberapa wilayah di Maluku Utara yakni Kota Ternate dan juga Kota Tidore Kepulauan tersebut tidak akan memicu terjadinya Tsunami. Untuk itu, dirinya meminta agar masyarakat tidak perlu terpancing dengan isu miring dari sumber yang tidak bertanggung jawab.

“Terkait dengan kejadian gempabumi di Jailolo Halmahera Barat ini, masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpancing isu dari sumber yang tidak bertanggung jawab. Aktivitas Swarm tidak akan dikuti oleh gempabumi dengan kekuatan besar, sehingga tidak akan memicu terjadinya tsunami,” jelasnya.

Sementara itu, terkait dengan penanggulangan bencana di Jailolo Halmaherah Barat pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halbar Chalid Ismail mengatakan bahwa sejauh ini belum ada masyarakat yang mengungsi khususnya yang berada di dekat pusat gempa. Namun demikian pihaknya menghimbau agar masyarakat selalu waspada. “Kondisi masyarakat siaga dan stand by karena gempa ini mirip dengan gempa sebelumnya yaitu tipe swam, tapi yang jelas segala peralatan dan perlengkapan seperti tenda dan sebagainya sudah kit siapkan,” kata Chalid sebagaimana dilansir dari BeritaMalut.com, Kamis (28/9/2017).

Untuk korban jiwa akibat gempa, kata Chalid sejauh ini ada satu warga di Desa Guaria Kecamatan Jailolo dikabarkan mengalami luka di bagian kepala karena terkena runtuhan dinding rumah. “Tadi ada korban satu, bernama Yonas (23) mengalami luka di bagian kepala, namun sudah dirawat di RSUD,” katanya.

(ss)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments