Jumat, Mei 14, 2021
BerandaHalteng Baru Pertama Kali Lakukan Ekspedisi Taman Nasional Aketajawa Lolobata
Array

Halteng Baru Pertama Kali Lakukan Ekspedisi Taman Nasional Aketajawa Lolobata

FAKTA PERS – HALMAHERA TENGAH.

Koordinator ekspedisi yang dipimpin oleh Polisi Balai Taman Nasional Aketajawa Lolobata, Yusran kepada Fakta Pers Media Rabu, (06/09/17) mengungkapkan bahwa pihaknya melakukan ekspedisi selama 20 hari di Taman Nasional Aketajawa Lolobata yang masuknya melewati Desa Waikop, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah.

Ia juga mengatakan, ekspedisi ini dilakukan yang pertama kalinya di Kabupaten Halmahera Tengah. Tujuan ekspedisi tersebut, kami fokuskan pada dua fenomena antara lain ekspedisi gua dan ekspedisi air terjun.

“Dua fenomena ini baru pertama kali kami lakukan pemetaan sekaligus dipublikasikan taman yang ada di Halteng,” terangnya ketika ditemui di ruang kerjanya di Desa Nurweda, Kecamatan Weda.

Ia menambahkan, jarak yang akan ditempuh dalam melakukan ekspedisi di Halteng ini berkisar 45 kilometer, sehingga kesiapan logistik maupun kelengkapan lainnya lebih diutamakan, sebab pada waktu lalu pertama kali turun ke lapangan baru tiga hari sudah tak dilanjutkan lantaran salah satu rekannya tiba-tiba sakit sehingga perjalanan ekspedisi tak dilanjutkan.

Pelaksana ekspedisi tahun 2017 adalah Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata, Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kegiatan Ekspedisi Lolobata tahun 2017 dilaksanakan pada tanggal 07 September sampai dengan tanggal 26 September 2017 di kawasan hutan Lolobata Taman Nasional Aketajawe Lolobata yang terletak di Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara.

“Lokasi yang menjadi target pengambilan data pada dua ekspedisi yakni ekspedisi gua dan ekspedisi air terjun,” ungkap Yusran.

“Peserta kegiatan Ekspedisi Lolobata 2017 terdiri dari Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata, mahasiswa dan melibatkan masyarakat pecinta alam. Jumlah peserta dari luar Balai Taman Nasional Aketajawa Lolobata sebanyak 3 orang, mahasiswa program studi jurusan kehutanan sebanyak 7 orang dan masyarakat pecinta alam jadi total peserta sebanyak 20 orang,” tutupnya.

(Ode)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments