Jumat, Mei 14, 2021
BerandaJajaran FKUB DKI Jakarta Studi Banding dan Belajar Toleransi ke Purwakarta
Array

Jajaran FKUB DKI Jakarta Studi Banding dan Belajar Toleransi ke Purwakarta

FAKTA PERS – PURWAKARTA.

Delegasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi DKI Jakarta berkunjung ke Kabupaten Purwakarta, untuk melakukan penelitian dan studi banding kehidupan antar umat beragama di Purwakarta yang dinilai penuh toleransi.

Ketua FKUB DKI Jakarta, Kiai Ahmad Syafi’i Mufid beserta rombongan diterima oleh Pengurus FKUB Purwakarta didampingi Bupati Purwakarta di Rumah Dinas Bupati, Selasa (13/9).

Seusai pertemuan, Kiai Ahmad Syafi’i Mufid mengakui, Ia sudah mengetahui sejak lama, bahwa di Purwakarta indeks keberagaman dan toleransi cukup tinggi. “Program kultural di Purwakarta selama ini, sudah berhasil menciptakan atmosfir toleransi yang tinggi. Kedatangan kami, ingin menelaah itu agar nanti dapat diterapkan di Jakarta,” ujarnya.

Menurutnya, indeks toleransi di Provinsi Jawa Barat termasuk rendah di Indonesia. Namun, salah satu daerah yang ada di Provinsi ini yakni Kabupaten Purwakarta  memiliki tingkat kerukunan umat beragama yang tinggi. “Saya suprise, rangking Jawa Barat sangat rendah dalam membangun kehidupan toleransi. Namun ada Purwakarta yang memiliki tingkat kerukunan umat beragama yang tinggi. Kami akan sampaikan, apa yang kami dapat di Purwakarta dalam FKUB di Jakarta nanti,” jelas Kiai Ahmad Syafi’i.

Sementara itu, menurut Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, Ia menyakini pola pembangunan mental dan spiritual yang dilakukan di Purwakarta selama ini berhasil, membentuk sistem kerukunan umat beragama. “Kita kuatkan pelajaran Agama di sekolah melalui kitab kuning, kitab al Al Qur’an dan kitab lain sesuai ajaran agama masing-masing pelajar. Ruang ibadah bagi tiap agama di sekolah, kita bangun,” jelas Dedi.

Ia menambahkan sarana dan prasarana ibadah ditingkatkan, termasuk meningkatkan jumlah santri dan guru agama yang mengajar di sekolah umum. “Kami memberikan honor kepada guru agama yang secara khusus dikontrak oleh Pemda, diluar guru agama yang sudah ada di masing-masing sekolah ya,” pungkasnya. (rom)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments