Selasa, Mei 11, 2021
BerandaKapolres Indramayu Bantah Kenal dengan PLT Direktur RSUD Indramayu
Array

Kapolres Indramayu Bantah Kenal dengan PLT Direktur RSUD Indramayu

FAKTA PERS – INDRAMAYU.

Diberitakan sebelumnya, dua orang jurnalis dimintai pertolongan untuk meminta kebijakan dan urus proses kepulangan kepada pihak RSUD Indramayu oleh pasien BPJS (tidak mampu) atas nama Supinah yang dirawat inap lantaran dibebankan biaya persalinan sebesar Rp 22 juta . Namun sesampainya di tempat tujuan mereka menerima perlakuan yang tak manusiawi oleh oknum pegawai RSUD sebagai pelayan dan abdi masyarakat.

Pasien dan keluarga korban pun merasa kecewa dengan ulah petugas piket, bidan IR yang dianggap arogan. Selain tidak sopan, bidan yang juga tidak ramah ini kerap marah-marah kepada keluarga pasien, Kamis (14/9/2017), oleh karena itu, ade irawan salah satu jurnalis yang juga kepala biro Harian SC untuk wilayah Kab.Indramayu secara resmi melapor tindakan tersebut ke Mapolres Indramayu dengan nomor LP STBPL/B/340/IX/2017/SPKT I atas tindakan perampasan HP dan arogansi.

Menanggapi ini, PLT Direktur RSUD Indramayu, Dr. Lisfayeni mengaku akan melaporkan balik awak media harian SC Biro Indramayu ke Mapolres Indramayu yang telah melakukan intimidasi terhadap bawahannya, ini diungkapkan melalui sms telpon selular kepada achong jurnalis yang saat itu ikut menolong pasien “kalau bapak begitu, saya juga bisa buat laporan ke polres, katanya dalam sms.

Dr.Lisfayeni dalam sms tersebut mengaku sering kerumah Kapolres, “kebetulan saya sering kerumah Kapolres juga, sering komunikasi dengan beliau merawat ibunya, jelasnya. tak hanya itu, Ia menuding wartawan yang berurusan dengan karyawannya gara-gara ingin memaksa bawa pulang pasien “bapak yang nggak sopan, memaksa membawa pasien yang habis dirawat di ICU, masih lemah, memaksa mau melaksanakan perjalanan”, pungkasnya.

sementara itu, Kapolres Indramayu AKBP Arif Fajarudin, SIK, MH, MAP dikonfirmasi di ruang kerjanya (20/9/17) mengatakan, ia tidak mengenal Dr. Lisfayeni, “sumpah demi Allah saya tidak kenal sama dokter itu”, katanya, arif juga menyangkal bahwa Dr.Lisfayeni sering berkomunikasi dan berkunjung kerumahnya, “nomor handphonenya saja saya gak tau, apalagi ia mengatakan sering berkunjung ke rumah saya untuk merawat ibu, itu tidak benar, ibu saya kan gak ada dirumah sini (Indramayu), jelasnya. “Sethau saya, baru sekali ada beberapa dokter perempuan yang berkunjung ke kantor ini, kalo gak salah kemarin (selasa) itupun hanya silaturahim, dan memang sedikit membahas mengenai permasalahan di RSUD tapi saya gak tau namanya siapa” terangnya.

Secara terpisah, Satreskrim unit 1 budi didampingi Supriyatna ketika ditemui (20/9/17) usai menginterogasi Ade Irawan selaku pelapor mengatakan “berkas laporan sudah diterima oleh pihak Polres Indramayu, berikutnya masih dalam tahap awal, kami akan melakukan interogasi kepada pihak saksi, dalam hal ini ialah Achong, insya allah pada hari Jum at”, katanya.

Di lain tempat Kepala Dinas Kesehatan H Deden Boni Koswara (20/9/17) di kantornya menjelaskan, bahwa sebetulnya untuk RSUD Indramayu, pihak dinkes tidak memiliki kewenangan “RSUD Indramayu ini bukan kewenangan saya mas, itu dikarenakan SKPD nya bukan di dinkes, melainkan di Sekretariat Daerah” katanya, saya hanya bisa membantu untuk memediasi antara pihak pelapor dan pihak terlapor saja. imbuhnya. sangat di sayangkan, hingga berita ini di turunkan, Dr. Lisfayeni tidak menjawab telpon, pesan sms dan pesan di whatsapps untuk ditemui dan dimintai keterangan. (eka)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments