Jumat, Juli 30, 2021
BerandaLima Aliansi  Madina Minta Kirim Tentara Muslim ke Rohingya
Array

Lima Aliansi  Madina Minta Kirim Tentara Muslim ke Rohingya

FAKTA PERS – MANDAILING NATAL.

Masyarakat Mandailing Natal (Madina) yang diwakili 5 aliansi, yakni Laskar Aswaja, Gerakan Pemuda Ansor, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, Ikatan Pelajar Nadhatul Ulama, dan Ikatan Pelajar Putri Nadhatul Ulama Madina, melakukan aksi solidaritas peduli muslim Rohingya.

Pantauan Wartawan dalam aksi solidaritas peduli muslim Rohingya yang bergerak di pusat perkumpulan Masjid Agung Nur Ala Nur menuju kantor DPRD Madina dengan berjalan kaki sepanjang 1 kilo meter kurang lebih.

Antusias masyarakat yang diwakili 5 aliansi yang melakukan aksi solidaritas sangat bersemangat untuk menuntut pemerintah agar menghentikan pembantaian yang terjadi di Myanmar.

Dalam surat pernyataan sikap aksi solidaritas peduli muslim Rohingya, dimana tragedi kemanusiaan kembali dialami saudara muslim Rohingya di Myanmar makin terjepit dengan kebijakan pemerintah Myanmar dengan tidak mengakui keabsahan kewarganegaraan muslim Rohingya, sehingga pembantaian dilakukan dengan keji dan sadis oleh junta militer.

Dalam pernyataan sikap tersebut, militer tidak dibenarkan menyerang warga sipil dan mencederai hak- hak dasar muslim Rohingya.

Menyikapi aksi yang dilakukan oleh junta militer Myanmar kepada muslim Rohingya di sebelah utara negara bagian Rakhine, dengan ini masyarakat Madina menegaskan, mengecam segala tindakan kekerasan yang mencederai nilai kemanusiaan terhadap muslim Rohingya, mengajak seluruh kepala Negara dan pimpinan Negara di dunia agar pro aktif melawan segala bentuk kekerasan dan harus dilawan sekuat tenaga guna menciptakan upaya perdamaian dan harmoni.

Dan mengajak seluruh umat sedunia untuk terus menggalang solidaritas kemanusiaan untuk menciptakan perdamaian bagian segala bangsa, mendesak kepada komunitas internasional dan PBB untuk segera mengambil langkah nyata dalam peristiwa kekerasan di Rohingya, mendesak ASEAN untuk mengambil sikap yang kontrik, agar pemerintah Myanmar mengakui status kewarganegaraan muslim Rohingya, mendesak pemerintah Indonesia agar mengambil langkah diplomasi penghormatan atas hak asasi manusia Myanmar.

Lebih lanjut,  meminta kepada pemerintah Kabupaten Mandailing Natal  menyampaikan kepada pemerintah pusat agar menerima pengungsian Rohingya untuk sementara menunggu diplomasi dari pemerintah Myanmar, dan meminta kepada DPRD Madina agar menyampaikan aksi solidaritas  ke DPR RI agar lebih keras dan tegas bersikap pada pemerintah Myanmar.

(M. Efendi)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments