Selasa, Mei 11, 2021
BerandaMangkir, Pejabat Pemkot Batu Dipanggil Polda Jatim
Array

Mangkir, Pejabat Pemkot Batu Dipanggil Polda Jatim

FAKTA PERS – BATU.

Terkait operasi tangkap tangan (OTT), yang berhasil dilakukan Tim Saber Pungli Kemenko Polhukam yang ada keterkaitannya dengan beberapa pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Batu Jawa Timur, beberapa waktu yang lalu. Yang mana, sekarang statusnya sebagai saksi.

Dalam hal ini, dugaan pungli pada PT Gunadarma Anugerah Jaya, Poda Jawa Timur terus melakukan pemeriksaan kepada beberapa saksi, namun demikian diantara Pejabat Pemkot Batu yang sedianya jadi saksi tidak menaati panggilan dengan berbagai alasan.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol. Frans Barung Mangera, mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan pengusutan terkait OTT yang dilakukan Saber Pungli Kemenko Polhukam di Malang.

Polda Jatim hingga kini masih terus melakukan pemeriksaan terhadap para pejabat Pemkot Batu terkait dugaan pungli pada PT Gunadharma Anugera Jaya. Beberapa saksi dipanggil dan diperiksa.

“Terkait OTT yang dilakukan oleh Tim Saber Pungli Kemenko Polhukam di Malang, Kami terus melakukan pengusutan dan ini akan terus berjalan,” kata dia, Rabu (13/09/2017).

Menurut Frans, saat pemeriksaan berjalan, sebenarnya ada juga pejabat yang tidak hadir untuk memenuhi panggilan. Dan ini, lanjut dia, bukan berarti pejabat tersebut mangkir, dan pastinya, akan dilakukan pemanggilan lagi kepada yang bersankutan. Yang artinya disini, akan melayangkan pemanggilan kedua, itu akan dilakukan kemungkinan pekan depan.

Sesuai dengan prosedur yang ada dalam KUHAP, satu kali dipanggil tak hadir bisa ditolelir karena dengan alasan yang kuat. Untuk selanjutnya, masa panggilan kedua, dan ketiga tidak hadir lagi, maka bisa dilakukan dengan membawa paksa.

Disoal adanya keterlibatan Wali Kota Batu dalam perkara ini, ditandaskan olehnya, bahwa dirinya enggan untuk berandai-andai. “Lihat saja nanti, pasti akan ada yang bernyanyi, dan dengarkan saja nyanyian itu, nanti pasti akan ada. Masak mau masuk penjara sendiri, dimana-mana kan tidak mau seperti itu,” pungkas dia.

Secara terpisah, Kuasa Hukum PT. Gunadharma Anugerah Jaya, Arif Fatoni. SH, menjelaskan soal bukti apa saja yang diserahkan, selama proses pemeriksaan, bahwa itu sudah masuk dalam ranah penyelidikan, tentunya kalau tidak cukup bukti, maka tidak mungkin bila perkara ini terus berlanjut.

“Yang jelas, klain Kami sudah menyerahkan sejumlah bukti untuk proses penyidikan. Dan, proses peyidikan di Polda Jawa Timur cukup terbuka, Kami sangat percaya dengan pihak kepolisian dan tinggal menunggu hasilnya,” tegas dia. (Putut)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments