oleh

Menyongsong Bonus Demografi, Deddy Mizwar Tekankan Para Siswa SMK Dikembangkan Jadi Entrepreneur Produktif dan Kreatif

-Daerah-167 views

FAKTA PERS – PURWAKARTA.

Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Deddy Mizwar menekankan agar para siswa yang mengenyam pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), menjadi para entrepeneur yang produktif dan kreatif untuk menyongsong bonus demografi tahun 2020-2035.

“Mengembangkan jiwa entrepreneurship, tidak semua juga sekolah kejuruan dicetak untuk sebagai pekerja, dalam artian pegawai. Kalau mereka (para siswa, red) memang memiliki peluang menjadi entrepreneur harus dikembangkan,” jelasnya.

Pemprov Jabar saat ini, kata dia, sedang mengembangkan 100.000 wirausahawan baru. “Setiap tahun itu, sekitar 20.000 orang sedang kita training, bisa kerjasama training. Nanti setelah itu, mereka berminat kemana, terserah. Setiap orang mungkin awalnya bekerja sebagai profesional, setelah itu mereka boleh mengembangkan menjadi wirausaha,” terang Deddy usai pembukaan Gebyar Lomba Kompetensi Siswa SMK se Kabupaten Purwakarta tahun 2017 di SMKN I Purwakarta, selasa (19/7).

Ia menghimbau agar para siswa di sekolah SMK tidak terpaku untuk menjadi seorang pegawai. “Mau jadi apa bangsa ini, kalau sekolah di SMK terpaku hanya untuk menjadi pegawai. Artinya dengan keterampilan tadi, menjadi pegawai hanya salah satu pilihan saja,” tandasnya.

Menurutnya, perlu perubahan paradigma, yang tadinya ingin menjadi pegawai dikembangkan menjadi wirausahawan. “Saya sudah melakukan dalam hidup saya, ternyata bisa kalau ada kemauan. Yang penting, kita punya keterampilan yang tinggi, terampil dan terasah. Nah, sekarang paradigma harus diubah. Jangan jadi job seeker atau pencari kerja, tapi membuka peluang kerja bagi orang lain. Boleh jadi pegawai, tapi jangan semua ingin jadi pegawai,” lanjut dia.

Dijelaskannya, saat ini tingkat usia sangat tinggi dan tidak mungkin semua diserap oleh industri. “Kita harus kembangkan jiwa-jiwa entrepreneur anak-anak kita, modal utama adalah keterampilan. Bangsa kita ini jangan jadi Negara konsumen, dengan Bonus demografi yang kita miliki. Dimana usia produktif kita mencapai 70%, kita harus ciptakan Job Creator, pengusaha kita masih sedikit dibandingkan negara lain di ASEAN,” pungkasnya.

(rom)

Komentar

News Feed